Suasana khidmat bercampur haru menyelimuti Lantai 4 Gedung Dakwah Muhammadiyah Gresik pada Ahad, (15/2/2026). Sebanyak 270 siswa resmi dinyatakan lulus dalam Wisuda Tahfidz TC 2026. Namun, acara ini bukan sekadar seremoni kelulusan biasa; ini adalah momentum “pamer kekuatan” generasi Qur’ani Gresik.
Direktur Tajdied Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, K.H. Misbahul Munir, S.Pd., mencuri perhatian saat mengawali sambutannya dengan mengajak seluruh wisudawan meneriakkan motto Tajdied dengan penuh energi.
Dalam orasinya, K.H Misbahul Munir menegaskan bahwa Gresik adalah “tambang emas” penghafal Al-Qur’an. Dengan segudang prestasi dari tingkat nasional hingga internasional, beliau mendesak Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik untuk tidak membiarkan bakat-bakat ini terpendam.
“Potensi besar ini harus dimanfaatkan maksimal. Anak-anak yang sudah juara di tingkat provinsi dan nasional harus segera diorbitkan ke panggung-panggung Muhammadiyah,” tegas beliau.
Terobosan Baru: Qiraah Sabah di Masjid Besar
Kabar gembira juga datang bagi para pecinta literasi Al Quran. Mulai tahun ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan mengupayakan agar setiap masjid besar memberikan ruang bagi pelaksanaan qira’ah sab’ah satu kali sepekan. Langkah ini diambil sebagai bentuk pembinaan nyata bagi generasi Qurani agar semakin akrab dengan syiar Islam di tengah masyarakat.
Menutup rangkaian motivasi, Anas Thohir, S.Ag., M.Pd.I., turut memberikan pesan menyentuh. Beliau mendoakan agar keberkahan Al-Qur’an tidak hanya berhenti di lisan para wisudawan, tetapi juga mengalir dalam kehidupan sehari-hari mereka. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments