Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Growth Mindset Ramadan, Inspirasi Bertumbuh Menjadi Guru Aisyiyah Berkemajuan

Iklan Landscape Smamda
Growth Mindset Ramadan, Inspirasi Bertumbuh Menjadi Guru Aisyiyah Berkemajuan
Kegiatan sharing session growth mindset Ramadan oleh Dr. Anis Shofatun, S.Si., M.Pd. Foto: Indah Wati/PWMU.CO
pwmu.co -

Suasana pagi yang cerah menyelimuti halaman TK ABA 40 PPS Suci Manyar, Gresik, Sabtu (7/3/2026). Mulai pukul 09.00 WIB, para guru dan karyawan dari KB Cahaya Aisyiyah PPS, TPQ Attaqwa Suci, serta TK ABA 40 berdatangan untuk mengikuti kegiatan Sharing Session Growth Mindset Ramadan.

Kegiatan yang digelar di Aula Lantai 2 TK ABA 40, Jalan Berlian VI Nomor 12 PPS Suci Manyar Gresik, menghadirkan pemateri Dr. Anis Shofatun SSi MPd. Dalam pemaparannya, Ketua Majelis PAUD Dasmen Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Suci Manyar Gresik tersebut menegaskan bahwa Ramadan merupakan bulan istimewa yang menjadi jeda spiritual bagi umat Islam.

Menurutnya, kehadiran Ramadan selalu dinanti karena menjadi kesempatan bagi setiap muslim untuk melakukan refleksi diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Anis membuka sesi dengan mengingatkan kembali pesan QS Al-‘Asr ayat 1–3 tentang pentingnya memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.

“Betapa cepat waktu berlalu, sering kali tanpa kita sadari. Kita terlena dan terjebak dalam rutinitas yang tak berujung, hingga lupa bahwa setiap detik adalah kesempatan untuk bertumbuh,” tuturnya.

Dari pesan teologis surat Al-‘Asr tersebut, Anis yang juga menjabat Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik (Smamio) mengajak peserta untuk mengoptimalkan momentum Ramadan sebagai proses pembelajaran menuju pribadi yang bertakwa.

“Perintah puasa ditujukan bagi orang-orang beriman. Selama sebulan penuh kita dilatih melalui berbagai pembiasaan baik, proses detoksifikasi tubuh, serta peningkatan kesadaran spiritual. Akan sangat merugi jika setelah Ramadan tidak ada satu pun kebiasaan baik yang tersisa,” ujarnya.

Anggota tim Pokja Ismuba Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jawa Timur tersebut juga menjelaskan bahwa Ramadan merupakan syahrut tarbiyah atau bulan pendidikan. Puasa tidak hanya mengajarkan ritual ibadah, tetapi juga melatih kesadaran berpikir, refleksi tindakan, serta kemampuan mengambil keputusan secara bijak.

“Islam bukan hanya tentang doa dan salat, tetapi juga proses belajar yang berkelanjutan. Setiap kesalahan bisa menjadi guru dan setiap kegagalan menjadi tangga menuju pemahaman yang lebih utuh,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Anis memaparkan empat konsep growth mindset Ramadan yang dapat menjadi pijakan bagi guru Aisyiyah maupun Muhammadiyah.

Pertama, Ramadan menjadi momentum untuk terus bertumbuh melalui refleksi diri dan evaluasi kebiasaan sehari-hari. Umat Islam diajak menyambut Ramadan dengan rasa bangga dan penuh semangat sebagai bentuk growth mindset, bukan sebaliknya merasa terbebani atau menganggap Ramadan sebagai hambatan.

Ia menjelaskan bahwa proses puasa melatih tubuh dan jiwa untuk beradaptasi hingga akhirnya terbiasa melakukan berbagai kebaikan secara berkelanjutan. Hal ini selaras dengan konsep continual improvement atau perbaikan berkelanjutan.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

“Sebagai guru Aisyiyah, kita harus terus belajar, terbuka terhadap kritik, serta selalu mengikuti perkembangan pendidikan. Kritik bukan serangan, tetapi cermin agar kita menjadi pribadi yang lebih maju,” ujarnya.

Kedua, growth mindset Ramadan mengajarkan sikap tangguh dalam mengabdi. Setiap pekerjaan dilakukan dengan totalitas, konsisten, dan penuh optimisme, meskipun menghadapi berbagai tantangan.

Ketiga, Ramadan melatih seseorang untuk menjadi pribadi yang konsisten dan optimis dalam menjalankan ibadah serta kebaikan hingga akhir bulan suci.

Keempat, Ramadan menjadikan manusia made for more, yaitu semakin terdorong melakukan lebih banyak kebaikan. Semangat berinfaq, bersedekah, memperbanyak ibadah, hingga beriktikaf menjadi wujud nyata dari pola pikir yang berkembang positif terhadap Ramadan.

“Mereka yang memiliki growth mindset terhadap Ramadan akan memanfaatkan setiap momen, termasuk golden hour atau waktu-waktu mustajab, tanpa menyia-nyiakan satu detik pun,” tegasnya.

Menutup sesi berbagi, Anis berharap Ramadan menjadi momentum bagi para guru untuk terus bertumbuh.

“Ramadan tahun ini semoga menjadi momentum bagi kita semua untuk bertumbuh menjadi guru Aisyiyah yang berkemajuan—guru yang tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga menanamkan kesadaran, ketangguhan, dan harapan bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pendidikan pada hakikatnya merupakan perjalanan bersama menuju kebaikan yang lebih luas. Karena itu, para pendidik diharapkan terus meningkatkan kualitas layanan sekaligus performa diri dan lembaga.

Usai kegiatan sharing session, acara dilanjutkan dengan pemberian penghargaan bagi guru dan karyawan terbaik dari tiga Amal Usaha Aisyiyah, yakni TK ABA 40, Kober Cahaya Aisyiyah, dan TPA Attaqwa PPS Suci Manyar Gresik. Kegiatan kemudian ditutup dengan pembagian Tunjangan Hari Raya (THR). (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡