
PWMU.CO – Program Guest Teacher SD Muhammadiyah 2 GKB (Berlian School) bertema Pentingnya Menjaga Kesehatan Alat Reproduksi bagi Muslim dan Muslimah mendatangkan dua dokter, Jumat, (20/9/19).
“Sekolah kita adalah sekolah sehat, anak-anak juga harus hidup sehat, termasuk menjaga kesehatan dan kebersihan organ tubunya,” kata Mochammad Nor Qomari SSi, kepala sekolah.
Guest Teacher kali ini berbeda dari biasanya karena peserta dibagi di dua tempat. Siswa laki-laki berada di kantin dan siswa perempuan berada di aula sekolah. Guru tamunya pun berbeda, laki-laki dan perempuan. Hal ini berkaitan dengan materi yang membahas reproduksi.
Riva Faizati SSi, guru IPA kelas VI mengatakan siswanya sudah mulai pubertas sehingga sangat perlu dikenalkan dan dipahamkan materi tentang pubertas.
Di hadapan 52 siswa peserta laki-laki kelas IV, dr Adi Wijantoro—orangtua siswa Zubair—mengatakan sangat penting bagi anak-anak untuk mengetahui fungsi alat reproduksinya agar bisa menjaga dan merawat dengan baik dan benar.
“Ciri-ciri pubertas bagi laki-laki seperti suara membesar, timbul jakun dan sebagainya, hal-hal tersebut harus diketahui,” kata pemilik Klinik Krisna tersebut.
Nabil Safaraz, siswa kelas IV Thariq bin Ziyyad mengatakan, dari penjelasan dokter saya memahami tujuan reproduksi yaitu menghasilkan individu baru. “Selain itu dokter Adi juga menjelaskan manfaat dikhitan. Salah satunya yaitu agar tidak terkena penyakit,” ujarnya.

Sementara itu sebanyak 65 siswi kelas VI yang mengikuti penjelasan dr Imama, dokter RS Petrokimia Gresik. Ia mengatakan sebagai perempuan harus bisa merawat dan menjaga alat reproduksinya sendiri, agar bisa terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Menjaga dalam bergaul salah satunya. Karena sebagai Muslimah juga harus bisa membatasi pergaulan kita terhadap laki-laki, khususnya bagi yang sudah baligh,” tambahnya.
Lolyta Rindayani, siswa kelas VI Muhammad Al Fatih mengatakan ini adalah materi baru baginya. “Kita sebagai perempuan juga harus dan wajib menjaga tubuh kita, termasuk tidak minum obat melancarkan datang bulan, karena ada cara yang lebih baik dari itu,” ujarnya.
Kontributor Firdausi Nuzula. Editor Mohammad Nurfatoni.






0 Tanggapan
Empty Comments