Guru MI Muhammadiyah 20 Karangasem bersama Pagoda (Paguyuban Orang Tua Dambaan) berpartisipasi dalam Lomba Gerak Jalan Umum Tingkat Kecamatan Paciran, Ahad (10/8/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia yang diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, instansi pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, serta komunitas warga di Kecamatan Paciran.
Regu guru MIM 20 Karangasem tampil dengan seragam hitam yang dipadukan dengan bawahan bermotif batik dan ikat kepala senada, memberikan kesan rapi dan elegan. Sementara itu, regu Pagoda mengenakan busana hijau toska bermotif, jilbab serasi, serta topi lebar berwarna krem yang menambah kesan cerah.
Keduanya tampil pada sesi berbeda sesuai nomor undian peserta yang telah ditentukan panitia. Meskipun tidak berjalan bersamaan, kedua regu menunjukkan kekompakan barisan, ketepatan langkah, dan semangat yang konsisten dari garis start hingga finis.
Perlombaan dimulai dari Lapangan Kandang Semangkon, melewati Jalan Raya Deandles ke arah timur, melintasi kantor kecamatan serta beberapa titik keramaian dan pusat aktivitas warga, hingga berakhir di halaman Paciran Islamic Center (PIC). Rute yang cukup panjang ini menjadi tantangan tersendiri bagi para peserta. Sorakan semangat dan tepuk tangan dari penonton yang memadati pinggir jalan memberikan energi tambahan bagi kedua regu.
Guru sekaligus peserta lomba, Pravitasari SPd, menyampaikan bahwa keterlibatan guru dan Pagoda memiliki tujuan lebih dari sekadar memeriahkan perayaan.
“Kami ingin menunjukkan sinergi antara sekolah dan orang tua murid, serta memberikan teladan kepada siswa untuk aktif berkontribusi dalam kegiatan masyarakat,” ujarnya.
Partisipasi dua regu dari MIM 20 Karangasem diharapkan dapat mempererat hubungan antara madrasah, wali murid, dan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai kebersamaan, disiplin, dan rasa bangga terhadap lembaga pendidikan di lingkungan sekitar. Momentum ini mengingatkan bahwa peringatan kemerdekaan bukan sekadar seremonial, tetapi wujud nyata kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments