Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80, SMK Muhammadiyah 8 Siliragung (SMK Models) menggelar sebuah lomba yang tidak biasa namun penuh makna: Lomba Membuat Nasi Tempong, makanan khas Banyuwangi yang dikenal dengan cita rasa pedas khas sambalnya (16/08/2025).
Yang menarik, peserta lomba ini adalah seluruh guru dan karyawan laki-laki SMK Models, sebuah inisiatif yang tidak hanya memperingati kemerdekaan, tetapi juga menyampaikan pesan kuat mengenai kesetaraan peran di ruang domestik—melampaui batasan peran gender tradisional.
Acara ini berlangsung pada Jumat (16/8/2025), mulai pukul 08.00 WIB di Aula SMK Models. Lilis Tri Susilo Wahyu A SPd bertindak sebagai pembawa acara. Suasana sejak awal sudah terasa hidup dengan canda tawa para peserta yang siap unjuk kebolehan dalam urusan dapur.
Menantang Stereotip Lewat Dapur
Tradisi memasak sering kali dilekatkan sebagai tanggung jawab perempuan. Namun, lewat lomba ini, SMK Models menunjukkan bahwa memasak bukan hanya urusan dapur semata, melainkan keterampilan hidup yang universal.
Guru-guru laki-laki yang sehari-harinya memegang spidol dan mengajar teknik otomotif maupun informatika, kali ini harus turun tangan menggenggam ulekan dan mengatur plating makanan. Beberapa bahkan membawa peralatan dapur lengkap dari rumah dari cobek batu hingga sendok plating profesional.
“Biasanya cuma makan sambalnya. Sekarang disuruh bikin. Wah, baru tahu ternyata bikin sambal bisa bikin keringetan kayak olahraga,” ujar Moh Ahadi Haryanto ST, Kakomli jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM).
Meski ada yang awalnya merasa canggung, antusiasme tidak surut. Sebagian peserta mengaku bahwa ini pertama kalinya mereka membuat sambal dari awal, dan momen itu menjadi pengalaman menyenangkan sekaligus mengubah sudut pandang terhadap pekerjaan rumah tangga yang sering dianggap ‘bukan tugas laki-laki’.
Penilaian yang Ketat tapi Seru
Tiga juri perempuan dari kalangan guru SMK Models diberi mandat untuk menilai berdasarkan beberapa kriteria:
• Rasa sambal (pedas, seimbang, dan khas tempong)
• Plating atau penyajian
• Kostum adat Banyuwangi (baju hitam dan udeng)
• Kebersihan area memasak
Panitia sudah menyiapkan nasi dan bahan dasar sambal, sementara lauk pauk dan sayur lalapan dibawa masing-masing peserta. Cobek dan ulekan juga menjadi syarat wajib, untuk menjaga keaslian proses pembuatan sambal tempong.
Dengan waktu terbatas, yaitu 45 menit, peserta harus menyelesaikan masakan dan membersihkan area masing-masing. Beberapa terlihat kewalahan, tetapi tetap tersenyum dan menjadikan momen ini sebagai pembelajaran.
Daftar Juara
Setelah sesi penilaian yang cukup menantang, akhirnya terpilih tiga juara:
• Juara 1: Dion Puji (nilai 95)
• Juara 2: Imam Widodo (nilai 94)
• Juara 3: Muhammad Dimas Ardinata, S.Pd. (nilai 93)
Hadiah akan diberikan secara simbolis saat acara Jalan Sehat pada 23 Agustus 2025, di Lapangan Tegal Agung, yang menjadi puncak rangkaian kegiatan kemerdekaan SMK Models.
Dalam wawancara singkat, Pak Dimas menyampaikan kekagetannya bisa masuk tiga besar. “Jujur saya enggak nyangka. Persiapan cuma semalam, itupun sambil cari di internet bumbu sambal yang kira-kira cocok. Tapi karena udah tanggung, saya kasih garnish dan potongan jeruk limau biar lebih segar,” ungkapnya sambil tersenyum.
Lebih dari Lomba, Ini Gerakan Kultural
Lomba ini berhasil mencairkan sekat peran gender yang selama ini masih lekat dalam masyarakat. Melalui dapur, para guru laki-laki SMK Models turut serta menyuarakan bahwa merawat, memasak, dan menghidangkan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas satu pihak.
Kegiatan ini bukan hanya menyemarakkan kemerdekaan, tetapi juga menjadi bentuk “kemerdekaan dari pola pikir patriarki”, di mana ruang domestik bukan lagi terbatas hanya untuk perempuan.
Dengan aroma sambal tempong yang menggoda dan semangat kebersamaan yang menyala, lomba ini menjadi momen tak terlupakan bagi seluruh warga SMK Models.
Bukan hanya lomba memasak biasa, tapi simbol kebebasan berpikir dan berbagi peran dalam semangat Hari Kemerdekaan.(*)
MERDEKA!






0 Tanggapan
Empty Comments