
PWMU.CO – Pimpinan Pondok Pesantren Elkisi Pungging, Mojokerto, Jawa Timur, Dr H Fathurrahman MPdI, mengajak para guru dan karyawan di lingkungan amal usaha Muhammadiyah (AUM) untuk menjadikan perjuangan sebagai motivasi utama dalam mengabdi, bukan semata-mata mengharap gaji.
Pesan ini disampaikannya dalam Kajian Ahad Pagi yang diselenggarakan oleh PCM Tulangan di Masjid Al-Furqon, PRM Singopadu, Ahad (11/5/2025).
Kegiatan ini dihadiri ribuan jamaah Muhammadiyah dan Aisyiyah, termasuk PRM, PRA, dan AUM se-Cabang Tulangan.
Dalam ceramahnya, Dr Fathurrahman menyoroti pentingnya pendidikan yang berlandaskan iman, takwa, dan akhlakul karimah, sebagaimana tercantum dalam Undang-undang Sisdiknas No. 20 Tahun 2003.
Ia menegaskan bahwa misi utama pendidikan nasional adalah membentuk manusia Indonesia yang beriman dan berakhlak mulia.
“Maka, perguruan Muhammadiyah harus mengamankan misi ini. Kita didik anak-anak kita agar menjadi insan bertakwa dan berakhlakul karimah. Itulah makna manusia yang adil dan beradab,” ungkapnya.
Menurutnya, ruh perjuangan dalam pendidikan sangat penting, khususnya bagi guru-guru Muhammadiyah. “Jangan sampai guru mengajar hanya karena menganggap ini sebagai pekerjaan semata.”
“Kalau tidak ada ruh perjuangan, maka PCM bisa saja didemo karena guru hanya menuntut kenaikan gaji. Padahal, jika niatnya perjuangan, maka motivasinya berasal dari al-Qur’an, bukan dari nominal gaji,” jelasnya.
Ia bahkan menantang para guru untuk berani menyumbangkan sebagian gajinya sebagai bentuk kontribusi dan cinta terhadap lembaga pendidikan tempat mereka mengajar.
“Kalau perlu, setelah menerima gaji, sebagian disumbangkan kembali untuk sekolah. Ini wujud dari perjuangan,” ujarnya.
Fathurrahman juga mengingatkan pentingnya rasa syukur dan keikhlasan dalam mengabdi. Ia mencontohkan guru-guru TK yang tetap ceria dan semangat meski menerima gaji kecil. “Kalau mereka bisa bahagia dengan gaji Rp300 ribu, apalagi kalau diberi Rp30 juta, pasti lebih bahagia,” katanya.
Di akhir tausiyahnya, Fathurrahman mengajak jamaah untuk menguatkan iman dan takwa sebagai modal utama perjuangan. “Kalau tidak bisa bantu dengan harta, bantu dengan tenaga. Kalau tidak juga, bantu dengan doa. Jangan marah kalau gajinya kecil, rezeki Allah jauh lebih besar”.
Gaji itu bonus, bukan tujuan utama. Allah akan beri jalan keluar bagi siapa yang bertakwa, sebagaimana dalam surat At-Thalaq ayat 2 dan 3, dan 4, bahwa siapa yang bertakwa kepada Allah, maka Allah akan memberikan jalan keluar dari segala kesulitan dan memberinya rezeki dari arah yang tak disangka-sangka.
“Rezeki Allah jauh lebih luas dari sekadar gaji bulanan. Jangan sempitkan hanya pada slip gaji,” pungkasnya.
Pesan inspiratif ini diharapkan mampu membangkitkan semangat keikhlasan dan perjuangan para guru serta pegiat pendidikan Muhammadiyah di seluruh pelosok negeri. (*)
Penulis Zulkifli Editor Alfain Jalaluddin Ramadlan



0 Tanggapan
Empty Comments