SD Muhammadiyah 1 & 2 Taman (SD Mumtaz) menyelenggarakan Lokakarya Implementatif: Memodifikasi Penilaian dan Menyusun Program Pembelajaran Individual (PPI).
Adapun kegiatan ini terlaksana Dalam upaya meningkatkan kompetensi guru dalam menerapkan pendidikan inklusif.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung 2 SD Mumtaz ini terhadiri oleh seluruh guru pendidikan inklusi dengan suasana yang interaktif dan penuh semangat belajar.
Pelajari 5 Teknik Konkret
Lebih lanjut, Lokakarya ini bertujuan membekali para pendidik agar mampu memodifikasi asesmen serta menyusun PPI yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Dalam kegiatan berdurasi tiga jam ini, peserta mempelajari lima teknik modifikasi konkret dalam asesmen, yaitu omisi, simplifikasi, duplikasi, substitusi, dan eskalasi.
Melalui teknik-teknik tersebut, guru dapat menyesuaikan bentuk dan tingkat kesulitan soal tanpa mengubah tujuan pembelajaran utama.
Contohnya, guru dapat menyederhanakan bahasa soal, mengganti esai dengan pilihan ganda terpandu, atau menyediakan bantuan visual agar siswa lebih mudah memahami tugas.
Pendekatan ini mendukung keadilan dalam penilaian sekaligus membantu guru mengukur kemampuan siswa secara lebih akurat.
Selain itu, narasumber menekankan pentingnya diferensiasi dan modifikasi pembelajaran sesuai karakteristik siswa.
Konsep SMART dalam Penetapan Tujuan
Guru diajak memahami perbedaan dalam konten, proses, produk, maupun lingkungan belajar. Sehingga, asesmen menjadi lebih bermakna dan mencerminkan perkembangan belajar siswa secara utuh.
Pada sesi kedua, peserta mendalami langkah-langkah menyusun Program Pembelajaran Individual (PPI). Proses bermula dari penilaian awal terhadap kemampuan akademik dan perilaku siswa.
Kemudian, menetapkan tujuan jangka panjang dan pendek yang SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound). Guru juga merancang strategi pengajaran, menentukan akomodasi, serta menjadwalkan evaluasi rutin.
Menurut Wakil Kepala Sekolah Kurikulum, Rizky Johan Prasetyo MPd, kegiatan ini menjadi langkah nyata SD Mumtaz dalam memperkuat budaya pembelajaran yang inklusif dan adaptif.
“Melalui pelatihan ini, guru diharapkan mampu menghadirkan asesmen yang berpihak pada kebutuhan siswa serta menyusun PPI yang benar-benar implementatif” ujarnya.
Dengan semangat kolaboratif dan komitmen yang tinggi, SD Mumtaz terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang ramah bagi semua anak. Sehingga setiap peserta didik dapat tumbuh dan berkembang sesuai potensinya.






0 Tanggapan
Empty Comments