Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Guru SD Musix Berangkat Umrah Di Tengah Konflik Timur Tengah

Iklan Landscape Smamda
Guru SD Musix Berangkat Umrah Di Tengah Konflik Timur Tengah
Munahar, S.H.I., M.Pd. melepas keberangakat Annisa Herwati, S.Pd.I., beserta Suaminya Dr. Mukayat A-Amin, S.Sos, M.Sosip Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Situasi geopolitik Timur Tengah yang belum stabil tidak menyurutkan langkah pendidik SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya untuk menunaikan ibadah umrah pada Ramadan 1447 H. Kepala SD Musix, Munahar, S.H.I., M.Pd., turut melepas keberangkatan Anisah dan suaminya dengan doa serta harapan terbaik.

Di tengah kekhawatiran akibat konflik di Gaza, Palestina, Suriah, hingga Yaman, Anisah Herwati, S.Pd.I., M.Pd., tetap mantap berangkat ke Tanah Suci bersama suaminya, Dr. Mukayat, S.Sos., M.Sosio., pada Kamis (05/03/2026) melalui Terminal 2 Bandara Internasional Juanda Surabaya. Keduanya tergabung dalam rombongan umrah yang dikelola KBIUH PDM Kota Surabaya.

Sempat Diliputi Kekhawatiran Situasi Keamanan

Keberangkatan tersebut tidak lepas dari dinamika dan pertimbangan matang. Situasi keamanan di sejumlah negara Timur Tengah sempat memunculkan kekhawatiran, terutama terkait jalur penerbangan internasional.

“Ada kebimbangan antara berangkat atau tidak. Pihak KBIUH beberapa kali berembuk dengan calon jemaah. Bahkan sempat muncul opsi pembatalan demi pertimbangan keselamatan,” ujar Anisah yang juga menjabat sebagai Kepala Urusan Kurikulum SD Muhammadiyah 6 Gadung atau SD Musix.

Namun dua hari menjelang jadwal awal keberangkatan, pihak penyelenggara akhirnya memutuskan tetap berangkat dengan penyesuaian rute penerbangan guna menghindari wilayah konflik.

“Kami harus melakukan transit tambahan untuk memastikan jalur penerbangan aman,” tambahnya.

Mengincar Keutamaan Ramadan dan Idulfitri

Keputusan berangkat pada pertengahan Ramadan dilakukan secara terencana. Aktivis Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur ini ingin merasakan suasana ibadah puasa sekaligus menunaikan salat Idulfitri di Tanah Suci.

“Kami sengaja mengambil jadwal pertengahan Ramadan agar bisa merasakan suasana puasa di sana sekaligus melaksanakan salat Idulfitri di Masjidil Haram,” ungkap guru kelas 3 International Class Program (ICP) tersebut.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Karena jadwal yang diajukan lebih cepat dari rencana awal, Anisah harus mempersiapkan berbagai kebutuhan dalam waktu singkat, termasuk memastikan anak-anaknya tinggal sementara bersama nenek di kampung halaman.

Pelepasan Penuh Doa dari Keluarga Besar Sekolah

Meski sempat diliputi rasa was-was akibat kondisi global, Anisah mengaku menyerahkan sepenuhnya keselamatan dan kelancaran ibadah kepada Allah SWT. Dukungan moral pun mengalir dari keluarga besar SD Musix.

Kepala SD Muhammadiyah 6 Gadung, Munahar, S.H.I., M.Pd., turut menyampaikan doa dan harapan bagi keberangkatan pasangan tersebut.

“Semoga Ustadzah Anisah dan Bapak Mukayat diberikan kesehatan, kemudahan, dan kelancaran. Menjadi umrah yang mabrur dan penuh keberkahan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena rekan-rekan guru tidak dapat melepas secara langsung di bandara lantaran bertepatan dengan waktu sahur.

Tepat pukul 05.00 WIB, pesawat yang membawa rombongan lepas landas dari Bandara Juanda menuju Jakarta untuk transit sebelum melanjutkan perjalanan menuju Arab Saudi.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu