Search
Menu
Mode Gelap

Guru SDMM dan Dosen UMG Kolaborasi Garap “Panggung” Pembelajaran Epik TLC 2026

Guru SDMM dan Dosen UMG Kolaborasi Garap “Panggung” Pembelajaran Epik TLC 2026
TLC SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Kombel PAI bersama dosen pendamping dari UMG pada Sabtu (10/01/2026). (Achmad Nazarudin/PWMU.CO).
pwmu.co -

Ruang aula SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) pada Sabtu (10/1/2026) pagi lebih mirip studio kreatif tempat masterpieces dirancang.

Seiring semangat tahun baru, para guru dari berbagai Kelompok Belajar (Kombel) bergantian memaparkan ide-ide brilian mereka di hadapan para “konsultan ahli” dari Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG).

Tujuannya satu: meracik desain pembelajaran yang tidak hanya pintar, tapi juga memukau, untuk Teacher Laboratory Conference (TLC) Januari mendatang.

Tim Dosen UMG

Tim Dosen UMG terdiri dari Dr Nur Fauziyah MPd, Ulfatul Ma’rifah MPd, Nataria Wahyuning Subayani MPd, Riska Widyanita Batu Bara MHum, dan Fatimatul Khikmiyah MPd. Mereka hadir bukan sebagai penguji, melainkan sebagai mitra kreatif.

Mereka menyimak dengan saksama setiap detail paparan, siap mengasah setiap konsep menjadi lebih tajam dan aplikatif.

“Bayangkan peserta datang dari jauh. Apa yang akan mereka ‘bawa pulang’ dari kelas kita? Bukan sekadar teori, tapi sebuah pengalaman, sebuah inspirasi yang melekat” ujar Dr Nur Fauziyah.

Dosen matematika UMG tersebut memberikan semangat sekaligus tantangan yang menjadi inti dari sesi pendampingan ini.

Persiapan menuju panggung nasional TLC 2026 ini disikapi dengan sangat serius. Berbagai Kombel mempersembahkan tema-tema yang futuristik dan relevan.

Ada Kombel Matematika dengan “Geometri Transformers: Evolusi Bangun Datar”, Kombel Bahasa Inggris dengan misi “Metamorphosis Detective”.

Kemudian Kombel STEM yang menawarkan solusi nyata lewat “Smart Trash Helper” dan “STEM Aqua Farming: Inovasi Hijau untuk Keberlanjutan Bumi”.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Tidak ketinggalan, ada juga Kombel PAI pun tak kalah menarik dengan “Dari Syarat Kurban ke Nilai Kehidupan”.

Sorotan Khusus

Sorotan khusus hari itu diberikan pada Kombel IPS yang dikomandoi oleh Niswatul Mujtahidah SE. Mereka mengangkat materi ekspor-impor dengan cara yang segar: mengaitkannya dengan isu viral larangan impor baju bekas.

“Ini bukan hafalan. Ini tentang melatih siswa menganalisis dampak ekonomi dan sosial, berdebat dengan data, dan membangun argumen kritis” jelas Hanim, sapaan akrabnya.

Rancangan mereka terancang dengan cermat mengikuti tahapan SOLO Taksonomi untuk mencapai kedalaman analisis dan evaluasi. Sebuah model pembelajaran mendalam (deep learning) yang ambisius.

Setiap presentasi diakhiri dengan diskusi yang hidup dan konstruktif. Para dosen memberikan masukan teknis yang tajam. Mulai dari konsistensi alur logika, kejelasan tujuan pembelajaran, hingga inovasi dalam strategi mengajar.

“Masukan dari ibu-ibu dosen sangat membuka mata. Sangat detail dan membangun, benar-benar feel-nya pendampingan, bukan penilaian” tutur Rika Maharani, usai sesi.

Semangat kolaborasi dan antusiasme untuk menciptakan sesuatu yang luar biasa terpancar jelas di ruangan itu. Mereka tak sekadar mempersiapkan sebuah konferensi, tetapi menyusun sebuah “pertunjukan” pendidikan yang harapannya mampu menginspirasi dan menggerakkan ratusan pendidik dari berbagai daerah.

Dengan energi dan komitmen seperti ini, TLC 2026 SDMM bukan lagi sekadar agenda, melainkan janji akan sebuah penampilan kelas dunia di bidang pedagogi. Sebuah pengalaman belajar yang, seperti harapan Bu Nur, benar-benar layak untuk dibawa pulang.

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments