Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Guru SDMM Selami Unplugged Coding dalam Agenda Sabtuan

Iklan Landscape Smamda
Guru SDMM Selami Unplugged Coding dalam Agenda Sabtuan
Salah satu kelompok membuat game unplugged coding: Playground Maze (Shofan Hariyanto/PWMU.CO)
pwmu.co -

Seluruh ustadz dan ustadzah SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) bersemangat mengikuti agenda rutin mingguan “Sabtuan” yang kali ini mengupas tuntas materi “Unplugged Coding” pada Sabtu, (8/11/2025). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Shofan Hariyanto, M.Pd. sebagai narasumber.

Acara dimulai dengan pemaparan materi inti mengenai Computational Thinking (Berpikir Komputasional). Shofan menjelaskan bahwa pendekatan ini merupakan cara memecahkan masalah dengan menerapkan prinsip-prinsip ilmu komputer secara logis dan sistematis.

Simulasi Kreatif: Merancang Game Unplugged Coding dari Nol

Setelah sesi teori, para guru diajak untuk langsung berkreasi melalui simulasi praktis. Masing-masing kelompok mendesain permainan dan aturannya, serta adanya kertas origami berwarna-warni yang berfungsi sebagai “kode” (coding binary, warna, atau bentuk). Setiap kelompok ditantang untuk menciptakan game yang semenarik mungkin.

Sesi ini tidak berhenti pada perancangan, para ustadz dan ustadzah juga berkesempatan untuk saling mencoba memainkan game unplugged coding yang dibuat oleh kelompok lain.

Tujuan Mendalam: Membiasakan Berpikir Solutif Sejak Dini

Menanggapi antusiasme peserta, Ustadz Shofan Hariyanto menyampaikan tujuannya mengadakan simulasi ini.

“Tujuan utama dari kegiatan simulasi Computational Thinking ini adalah memberikan pengalaman yang mendalam terhadap langkah-langkah pembelajaran koding dan AI di SDMM. Kami ingin para guru mampu membuat game sederhana mulai dari nol, dengan menggunakan bahasa-bahasa berpikir komputasional,” ujar Shofan.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Beliau juga menambahkan harapannya agar simulasi ini dapat diaplikasikan dalam kegiatan pembelajaran di kelas secara menyenangkan kepada anak-anak.

“Harapan saya, dari simulasi tadi, bisa diaplikasikan pada kegiatan pembelajaran di kelas dengan menyenangkan kepada anak-anak. Tanpa mereka sadari, kita sudah membiasakan mereka berpikir logis dan solutif. Berpikir komputasional juga bisa diaplikasikan pada kehidupan sehari-hari untuk problem solving,” pungkasnya.

Kegiatan agenda Sabtuan ini menegaskan komitmen SDMM dalam mengembangkan kompetensi guru, khususnya dalam mengintegrasikan keterampilan abad ke-21 seperti koding dan computational thinking ke dalam kurikulum dengan cara yang kreatif dan tanpa terikat teknologi. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu