
PWMU.CO – Guru SMK Muhammadiyah 2 (SMK Muda) Genteng menjalani masa purna tugas, Jumat (11/7/2025). Guru tersebut adalah Idham Kholid SPd yang sehari-harinya menjadi Guru Bimbingan Konseling (BK) SMK Muda Genteng.
Ia memulai pengabdiannya di SMK Muda Genteng sejak tahun 1985 yang saat itu masih bernama STM Muhammadiyah 2 Genteng. Kholid panggilan akrabnya memulai pengabdiannya di sekolah dengan menduduki bagian Tata usaha (TU).
Perjuangannya selama mengabdi di sekolah yang dimulai dari TU hingga guru BK tersebut disampaikan saat rapat rutin bulanan yang berlangsung di ruang guru. Rapat ini dihadiri oleh seluruh warga sekolah. Mulai dari pembina, kepala sekolah, guru, dan karyawan.
Sambil matanya berkaca-kaca, ia menceritakan awal bekerja sebagai karyawan TU di STM yang saat itu masih berlokasi di belakang gedung bioskop Genteng.
“Saat itu belum ada PLN (listrik), yang ada mesin diesel, tapi juga sering trouble,” ungkapnya.
Kala itu pembelajaran di sekolah sering menggunakan lampu petromak. Karena pembelajaran masuk pukul 14.00 hingga 20.00 WIB. Siswa yang belajar tidak ada batasan umur. Bahkan katanya tidak sedikit siswa yang usianya jauh lebih tua daripada gurunya.
Di samping menjadi TU, Kholid juga merangkap sebagai tenaga yang menyalakan dan penunggu lampu petromak saat pembelajaran sedang berlangsung di malam hari.
Ia menyampaikan bahwa perjalanan STM menuju SMK yang semaju ini sangat luar biasa. Maka, sekolah ini tidak bisa dikelola hanya oleh seorang kepala sekolah. Artinya harus ada kerjasama yang baik dari tukang kebun sampai kepala sekolah.
Masing-masing bekerja sesuai Surat Keputusan (SK) dengan tugas pokok dan fungsinya, tanpa mengintervensi tugas yang lain.
Lebih lanjut, pria yang pernah menduduki jabatan Ketua Tata Usaha selama 3 periode pergantian kepala sekolah itu menceritakan bahwa lokasi SMK Muda Genteng ini awalnya ditempati oleh SMP Muhammadiyah 1 Genteng.
Ada beberapa guru SMK Muda Genteng menjadi alumninya. Seperti Saniyah, Iska Royani, Saiful Anwar, Erma Susanti, dan juga kepala sekolah, Tamyis Rosidi.
Kholid berharap kepada semua warga sekolah agar tetap bersemangat mengembangkan SMK Muda Genteng sehingga makin lama semakin maju. Ia juga berkomitmen akan tetap aktif di kegiatan persyarikatan meskipun sudah purna tugas.
Sambil menghela nafas, ia menyatakan bahwa menjadi guru BK itu berat, karena guru BK adalah sahabat siswa. Di akhir penyampaian kesan tersebut, ia bersyukur, karena di saat menjalani masa purna tugas ini kedua anaknya telah tuntas kuliah hingga berumah tangga.
Sebelum pamit, ia pun meminta maaf jika ada sikap dan perilaku yang salah selama berkumpul di sekolah.(*)
Penulis Taufiqur Rohman Editor Zahrah Khairani Karim


0 Tanggapan
Empty Comments