Perjalanan ini bermula dari sebuah amanah yang tidak biasa. Saya, Ria Rizaniyah, S.Pd., guru Matematika SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik sekaligus penulis buku Matematika Bilingual Holistik Integratif untuk kelas VII, mendapat kesempatan mengikuti kegiatan Finalisasi Buku MIPA Bilingual.
Kegiatan tersebut digelar oleh Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Kegiatan ini berlangsung di BBPMP Jawa Tengah, Semarang—sebuah ruang pertemuan yang mempertemukan para penulis, editor, dan pengembang kurikulum dari berbagai daerah di Indonesia.
Saya tidak berangkat sendiri. Bersama saya turut serta Ustadzah Jamilah, S.Si., M.Pd., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum yang juga menjadi penulis buku Biologi untuk kelas VIII SMP. Dari Gresik, kami menuju Stasiun Lamongan, lalu melanjutkan perjalanan dengan kereta menuju Stasiun Tawang Semarang. Dari sana, transportasi daring membawa kami ke lokasi kegiatan. Meski perjalanan panjang, ada rasa antusias yang terus menyertai langkah kami.
Finalisasi Buku MIPA Bilingual
Kegiatan finalisasi yang berlangsung pada 25–27 Desember 2025 ini memiliki agenda padat. Mulai dari pembukaan, pengarahan dari Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah, laporan tim editor, hingga proses penyempurnaan buku sesuai bidang masing-masing. Para penulis MIPA dari jenjang SD hingga SMA berkumpul membawa naskah, ide, dan semangat untuk menghadirkan buku berkualitas bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah di seluruh Indonesia.
Bagi saya pribadi, terlibat dalam kegiatan ini bukan sekadar tugas, melainkan pengalaman yang memperkaya. Ruang diskusi yang terbuka membuat kami saling bertukar pandangan tentang bagaimana buku pelajaran seharusnya hadir: kuat secara konsep, runtut secara sistematika, serta memberikan pengalaman belajar yang mendalam dan relevan bagi siswa—apalagi dalam format bilingual.
Saya berharap buku yang sedang kami finalisasi ini dapat menjadi bagian dari peningkatan mutu pembelajaran MIPA serta mampu membentuk generasi pelajar yang unggul dan berkarakter.
Ustadzah Jamilah juga mengisahkan perjalanan panjang penulisan buku ini. Sejak Agustus 2024, tim penulis telah bekerja menyiapkan buku MIPA bilingual holistik integratif edisi pertama, yang mulai digunakan di sekolah-sekolah Muhammadiyah awal tahun pelajaran 2025.
“Yang kami kerjakan sekarang adalah edisi kedua dengan format nasional agar dapat digunakan di seluruh sekolah Indonesia,” jelasnya.
Tim penulis berasal dari guru-guru Muhammadiyah tingkat SD hingga SMA, didampingi para ahli dari Majelis Dikdasmen dan PNF.
“Saya bersyukur bisa menjadi bagian dari proses ini. Banyak wawasan dan pengetahuan baru yang saya dapatkan, dan itu semua akan sangat membantu dalam praktik pembelajaran di sekolah,” tambahnya.
Perjalanan ini mungkin hanya berlangsung tiga hari, namun kesan dan pembelajarannya akan tinggal jauh lebih lama—menjadi pengingat bahwa setiap guru bukan hanya pengajar, tetapi juga pembelajar yang terus tumbuh. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments