Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Gus Ibnu Yusuf Ajak Santri dan Kader Muhammadiyah Tak Lupakan Sejarah

Iklan Landscape Smamda
Gus Ibnu Yusuf Ajak Santri dan Kader Muhammadiyah Tak Lupakan Sejarah
Dai Muhammadiyah asal Kediri, Gus Ibnu Yusuf bin Kholil, saat mengisi pengajian rutin PCM Porong Sidoarjo di MBS Porong, Minggu (14/12/2025). (Yahya Syafiqih Muhib/PWMU.CO).
pwmu.co -

PCM Porong Sidoarjo mengadakan acara pengajian rutin Minggu (14/12/2025) dengan mengundang Gus Ibnu Yusuf bin Kholil, seorang Dai Muhammadiyah asal Kediri.

Gus Ibnu Yusuf juga merupakan ketua umum dari forum gawagis Muhammadiyah yang berisi dzuriyah ulama’ pendiri dan penggerak Muhammadiyah.

Pada acara ini, ia menyinggung satu fenomena sejarah penting, yakni dikeluarkannya amanat jihad oleh pimpinan pusat Muhammadiyah.

Saat revolusi kemerdekaan, di mana amanat ini adalah seruan jihad bagi umat Islam secara umum ataupun kader Muhammadiyah secara khusus waktu itu.

Ternyata tidak banyak yang tahu bahwa Muhammadiyah pernah mengeluarkan amanat jihad yang sekelas level dengan resolusi jihadnya Nahdlatul ulama.

Dalam acara ini. Gus Ibnu Yusuf turut memaparkan bahwasanya banyak tokoh Muhammadiyah yang kemudian menduduki jabatan penting di hizbullah. Seperti wakil ketua umum hizbullah yang ternyata dijabat oleh Muhammad roem, salah seorang tokoh Muhammadiyah.

Kemudian komandan pelatihan Hizbullah ternyata dijabat oleh Kyai Haji Mas Mansyur salah seorang tokoh Muhammadiyah.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Dan juga dalam pendirian siswa ini tokoh Muhammadiyah seperti Buya Hamka juga berperan dalam pendiriannya. Tentu tidak sendirian tapi bersama-sama bergandengan tangan dengan tokoh Nahdlatul ulama.

Selain itu, Gus Ibnu Yusuf juga membahas bagaimana organisasi yang ia pimpin memiliki tujuan untuk menggelorakan semangat ngaji kitab dan ngaji sejarah di kalangan Muhammadiyah.

Organisasi ini dipelopori oleh para keturunan pendiri dan penggerak Muhammadiyah itu sendiri yang selama ini tidak muncul di permukaan karena memang tidak ada yang memfasilitasi dakwah mereka.

Di samping itu, ia juga menjelaskan di komunitasnya ternyata ada keluarga Kyai Haji Ahmad Dahlan. Selain itu, juga keluarga Maskumambang, keluarga mantan menteri agama Kyai tolhah Hasan, sampai dengan keluarga Kyai Haji Abdurrahman Samsuri Karangasem.

Acara berakhir dengan tanya jawab dan closing statement. Ia menyerahkan satu kitab satu buku dan 2 parfum kepada pondok pesantren sebagai bentuk keakraban forum gawagis Muhammadiyah dengan pihak MBS Porong.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu