Masjid Sang Surya Muhammadiyah Malang menggelar kajian rutin Ahad (19/10/2025) dengan menghadirkan Gus Ibnu Yusuf bin Kholil sebagai penceramah. Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan kader dan da’i Muhammadiyah untuk tetap merujuk fatwa Majelis Tarjih dalam setiap penyampaian dakwah.
Gus Yusuf menegaskan pentingnya konsistensi rujukan keagamaan bagi mereka yang membawa nama Muhammadiyah. Ia mengimbau agar para da’i tidak mencampurkan fatwa dari luar Muhammadiyah ketika berdakwah atas nama persyarikatan.
“Kader dan da’i Muhammadiyah hendaknya merujuk pada keputusan Majelis Tarjih agar tidak menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia kemudian mencontohkan dirinya yang memiliki latar belakang keluarga ulama Nahdlatul Ulama (NU), namun tetap menggunakan rujukan Tarjih saat berdakwah di lingkungan Muhammadiyah. Menurutnya, sikap ini menunjukkan pentingnya menjaga kejelasan rujukan keagamaan bagi para pendakwah yang berkhidmat di persyarikatan.
Dalam ceramahnya, Gus Yusuf juga menyinggung kritik dari sebagian pihak luar yang menilai Muhammadiyah tidak lagi sejalan dengan pemikiran pendirinya, KH Ahmad Dahlan. Ia menjelaskan bahwa anggapan tersebut sering muncul karena kurangnya pemahaman terhadap sumber-sumber primer.
“Bila membaca tulisan para murid Kiai Ahmad Dahlan, akan tampak jelas bahwa ajaran Muhammadiyah sesuai dengan pemikiran pendirinya,” ungkapnya.
Gus Yusuf menambahkan, bagi warga atau simpatisan Muhammadiyah, mempelajari pemikiran keagamaan dari kelompok lain bukanlah masalah. Namun bagi kader, terutama yang memegang amanah struktural dan berdakwah membawa nama persyarikatan, penting untuk menunjukkan posisi keilmuan yang konsisten.
Selain itu, ia mengajak para kader untuk aktif membimbing masyarakat dan tidak hanya fokus pada urusan struktural organisasi. Pesan serupa juga disampaikannya dalam kegiatan Taruna Melati 3 Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) beberapa waktu sebelumnya.


0 Tanggapan
Empty Comments