Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Gus Pur Kupas Tuntas Teori Big Bang dalam Temu Kajian Ilmiah IPM Muh1ba

Iklan Landscape Smamda
Gus Pur Kupas Tuntas Teori Big Bang dalam Temu Kajian Ilmiah IPM Muh1ba
pwmu.co -
Agus Al Chusairi SPd Kelapa SMA Muh1ba memberikan cindera mata dan bingkisan kepada Prof Agus Purwanto DSc. (Ali Ahmadi/PWMU.CO)

PWMU.CO – Suasana mendung yang menyelimuti langit Babat tak menyurutkan semangat para pelajar Muhammadiyah se-Lamongan untuk hadir dalam Temu Kajian Ilmiah yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMA Muhammadiyah 1 Babat (Muh1ba), Ahad (15/6/2025).

Bertempat di aula SMA Muh1ba, kegiatan ini menghadirkan puluhan peserta dari SMA, MA, dan SMK Muhammadiyah se-Daerah Lamongan, serta turut dihadiri jajaran PD IPM Lamongan, Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Babat H Muzamil Huda SPd MPd, civitas akademika SMA Muh1ba, dan perwakilan dari Universitas Bill Fatt Sekaran.

Sesi kedua yang menjadi sorotan utama dipandu oleh moderator Wilda Nuril Haq, dengan menghadirkan Prof Dr Agus Purwanto DSc, Guru Besar Fisika ITS sekaligus pendiri Sekolah Trainsains, dan Audina Fitrotul Azka sebagai pemantik diskusi.

Mengawali materinya, Gus Pur—sapaan akrab Prof Agus Purwanto—mengajak peserta memahami perubahan pandangan terhadap alam semesta. “Dulu, orang mengira alam semesta ini statis dan abadi. Namun Einstein mengubah cara pandang itu,” tuturnya.

Ia menjelaskan fenomena Doppler Effect dengan contoh suara klakson mobil yang berubah tergantung jarak sumber suara. Dari situ, ia menjelaskan konsep The Electromagnetic Spectrum, termasuk Spektrum Cahaya Tampak, bagian dari gelombang elektromagnetik yang bisa dilihat oleh mata manusia.

“Jagad raya ini mengembang. Makin jauh ke masa lalu, makin kecil ukuran alam semesta. Seperti balon yang ditiup, galaksi-galaksi dahulu lebih dekat satu sama lain,” terangnya sambil mengutip Surat Adz Dzariyat ayat 47, “Dan langit Kami bangun dengan kekuasaan Kami, dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.”

Penulis buku Ayat-Ayat Semesta ini melanjutkan dengan penjelasan bahwa alam semesta bukan hanya ruang kosong, tapi berisi ruang-waktu. Ia menyampaikan bahwa bentuknya seperti terompet atau balon 3 dimensi.

“Jika dibelah, bola akan menjadi setengah bola dengan permukaan datar. Nah, apa yang ada di luar balon itu? Bukan bagian dari alam semesta,” ungkapnya sembari mengajak peserta merenung akan keluasan ciptaan Allah.

Gus Pur juga mengutip Surat Ar-Rahman ayat 37, “Maka apabila langit terbelah, lalu warnanya menjadi merah mawar seperti kilauan minyak.” Ia menjelaskan bahwa ayat-ayat al-Qur’an dan temuan sains bukan saling bertentangan, melainkan saling menguatkan.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Allah menciptakan alam semesta ini dengan kehendak-Nya, kun fayakun. Ini bukan hanya konsep spiritual, tapi juga ilmiah,” ujarnya mengutip Qs al-Baqarah ayat 117.

Acara diakhiri dengan sesi Forum Group Discussion (FGD) dan pemberian cindera mata oleh Kepala SMA Muh1ba sebagai bentuk apresiasi atas kehadiran dan ilmu yang telah dibagikan Gus Pur kepada seluruh peserta.

Ketua panitia, Ali Ahmadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun tradisi ilmiah di kalangan pelajar Muhammadiyah.

“Melalui kajian ilmiah seperti ini, kami ingin menanamkan semangat berpikir kritis dan menjembatani sains dengan keimanan,” ujarnya.

Dengan penuh antusias, para peserta pulang membawa bekal ilmu dan semangat baru untuk terus belajar, mengkaji, dan menyelami ayat-ayat kauniyah yang terhampar di jagad raya. (*)

Penulis Ali Ahmadi Editor Alfain Jalaluddin Ramadlan

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu