Search
Menu
Mode Gelap

Gus Yusuf Kenalkan Ulama hingga Pondok Muhammadiyah Lamongan di Yogyakarta

Gus Yusuf Kenalkan Ulama hingga Pondok Muhammadiyah Lamongan di Yogyakarta
Gus Ibnu Yusuf mengenalkan Ulama hingga Ponpes Muhammadiyah Lamongan di Safari Dakwah Ngaji Sejarah, Rabu (07/01/2026). (Yahya Syafiqih Muhib/PWMU.CO).
pwmu.co -

Rabu (07/01/2026) menjadi momen yang penting untuk sebagian warga Ibukota Muhammadiyah, Yogyakarta dalam agenda Safari Dakwah Ngaji Sejarah.

Pada kesempatan itu, Ketua Umum Forum GawagisMU/Gawagis Muhammadiyah, Gus Ibnu Yusuf bin Kholil menyampaikan sejarah ulama hingga Pondok Muhammadiyah di pesisir Lamongan.

Lebih lanjut, pembahasan ini berlangsung di dua tempat sekaligus pada hari itu. Yaitu ba’da zuhur di masjid Siti djirzanah Malioboro, dan teras dakwah Jogja. Kedua tempat ini memiliki pamor tersohor di Yogyakarta sebagai Ibukota Muhammadiyah.

Tokoh Muhammadiyah Pesisir

Adapun yang terbahas dalam perkara ini adalah tentang sejumlah ulama Muhammadiyah pesisir Lamongan, antara lain KH Abdurrahman Syamsuri, dan KH Ridwan Syarqowi.

Keduanya merupakan tokoh Muhammadiyah pesisir yang sukses mendakwahkan Muhammadiyah. Dan menjadikan Lamongan sebagai basis Muhammadiyah paling kuat di Jawa Timur dengan akarnya adalah poligami dan rumah tangga yang berhasil.

Di samping itu, Gus Yusuf juga mengenalkan Masjid Besar At-Taqwa Paciran. Dengan kapasitas hingga 5000 jamaah, Masjid ini menjadi satu-satunya Masjid di Indonesia yang dikelola oleh tiga pondok besar sekaligus.

Yaitu Pondok Pesantren Karangasem Muhammadiyah Paciran, Pondok Modern Muhammadiyah Paciran, serta Pondok Pesantren Mazroatul Ulum (NU).

Masjid ini dikelola secara Amaliah dan organisasi secara bergantian dengan penuh rasa toleransi sehingga menjadi salah satu masjid percontohan di Indonesia.

Terakhir pembahasan beliau adalah beliau mengulas buku yang beliau tulis, dengan judul sejarah Muhammadiyah yang jarang diulas.

Gus hingga Mas di Muhammadiyah

Selain itu, Gus Yusuf mengungkapkan fakta sejarah bahwasanya ada banyak tokoh awal penggerak Muhammadiyah, bahkan yang ditunjuk pemerintah sebagai pahlawan nasional dari Muhammadiyah, memiliki panggilan berdasarkan garis keturunan.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Sebut saja Ki bagus Hadikusumo, dengan imbuhan bagus yang didapat dari raden bagus. Begitu juga halnya dengan Pahlawan dari Muhammadiyah, KH Agus Salim.

Menurut Gus Yusuf, nama Agus/Gus pada KH Agus Salim adalah berdasarkan kebiasaan orang Jawa dalam memanggil keturunan orang terpandang waktu itu.

Sama halnya dengan trio gus pendiri Muhammadiyah Jombang (Gus Rifai, Gus Kusen, dan Gus Salim) yang belakangan sering dibahas di PWMU.CO.

Kemudian terakhir adalah KH Mas Mansyur, di mana panggilan Mas yang dilekatkan pada dirinya itu berasal dari keturunan ulama dan bangsawan sekaligus.

Sehingga perlu dipahami, bahwasanya “Mas” di masa lalu lebih tinggi dari Gus dan kyai. Sebagaimana “Mas” ini adalah varian lain dari cara orang jawa memanggil keturunan ulama seperti di Pondok Pesantren Sidogiri.

Sebenarnya, hal-hal yang Gus Yusuf sampaikan ini sudah banyak yang meneliti, bahkan ada skripsi ataupun penelitian yang membahas hal itu.

Namun minimnya publikasi atau penyampaian di masyarakat, wabil khusus warga Muhammadiyah, membuatnya tergerak untuk menyampaikan ini di ibukota Muhammadiyah Yogyakarta.

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments