
PWMU.CO – Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un, ucapan kalimah thayyibah spontan terucap warga Muhammadiyah Sendangagung Paciran Lamongan Jawa Timur setelah terdengar bahwa H Aman Affandy Wafat jam 18.00 Wib, Sabtu (24/5/2025).
H Aman, demikian biasa disapa adalah pejuang perintis Muhammadiyah Sendangagung, hal itu tertuang dalam buku sejarah Muhammadiyah Sendangagung ‘Terbitnya Matahari di Sendangagung’ halaman 132-136.
Meskipun berdomisili di Sumberejo Bojonegoro yang berjarak kurang lebih 90 KM dari Sendangagung namun kegigihan perjuangannya tak perlu diragukan lagi, dari sejak perintisan Muhammadiyah (7 Februari 1965) sampai saat sakit atau menjelang wafat, ia pun tetap teguh dalam perjuangannya.
Almarhum yang dikenal ramah dan santun ini lahir 9 September 1942, pejuang dan salah satu pendiri SMPM 12 Sendangagung ini adalah putra terakhir pasangan H Abdul Kadir dan Hj Maryam yang masa kecilnya hingga dewasa tinggal di timur Sekolah Rakyat (SR) atau SDN 1 Sendangagung.
Loyalitasnya terhadap Muhammadiyah Sendangagung, tidak hanya tenaga dan pikirannya yang ia curahkan untuk membesarkan Muhammadiyah di tempat kelahirannya, ia pun dikenal Luman dan nyah-nyoh royal dalam membelanjakan uangnya untuk dana pembangunan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Sendangagung.
Meskipun telah hijrah dari Sendangagung ke Sumberrejo Bojonegoro sejak tahun 1969, jarak jauh tak menghalangi perjuangannya di Perguruan Muhammadiyah, pedagang perhiasan emas ini tetap hadir dalam rapat yang diadakan pengurus Perguruan Muhammadiyah (MIM 13 dan SMPM 12) di Sendangagung.
Al marhum H Aman menikah dengan Hj Farihatien Djufrie (1970) yang biasa disapa Nyai Tien (aktif di Aisyiyah Sumberrejo) dianugerahi 4 anak antara lain;
- H Ahmad Wahid
- H moh Fatoni
- H Nova Ardiansyah
- Hj Maya Nila Dewi.
PDM Bojonegoro Turut Belasungkawa
Kepergian H Aman, pejuang Muhammadiyah yang getol ini tak hanya membuat mendung hitam bergelayut di langit Sendangagung, tempat kelahirannya, di tempat kediamannya (Sumberrejo Bojonegoro) pun mengalami redup di ujung senja usai adzan Maghrib sebagai tanda duka mendalam atas wafatnya orang yang rajin ibadah lagi dermawan ini.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro, Drs H Suwito MSI turut merasa kehilangan sosok dermawan yang istiqamah dan getol dalam berjuang di Muhammadiyah Bojonegoro.
“Beliau orangnya sabar, ramah, dan rajin dalam ibadah shalat di Masjid At-Taqwa Sumberrejo, almarhum orangnya istiqomah, fikiran, tenaga dan finansial/hartanya banyak disumbangkan untuk Muhammadiyah,” tutur pria asli Balen Bojonegoro ini.
Saya dan warga Muhammadiyah Bojonegoro menyaksikan bahwa almarhum adalah mujahid dan pejuang yang luar biasa gigih dalam perjuangan dan pengabdiannya di Muhammadiyah termasuk istri dan anaknya,” pungkasnya. (*)
Penulis Gondo Waloyo Editor Alfain Jalaluddin Ramadlan







0 Tanggapan
Empty Comments