Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

H. Bisri Ilyas: Pengusaha Dermawan, Peletak Fondasi Amal Usaha Muhammadiyah di Gresik

Iklan Landscape Smamda
H. Bisri Ilyas: Pengusaha Dermawan, Peletak Fondasi Amal Usaha Muhammadiyah di Gresik
H. Bisri Ilyas. Foto: Gemini AI/PWMU.CO
Oleh : Ani Rofita Mahasiswa UM Surabaya
pwmu.co -

Nama H. Bisri Ilyas telah lama dikenang sebagai tokoh yang memberi kontribusi besar dalam dakwah, pendidikan, dan layanan sosial Muhammadiyah di Gresik. Ia bukan sosok yang mengejar sorotan, tetapi pengabdiannya meninggalkan jejak kuat melalui berbagai amal usaha dan fasilitas pendidikan yang kini berdiri kokoh, terutama di kawasan Gresik Kota Baru (GKB). Wafat pada 24 Juni 2016, teladan kedermawanannya tetap hidup di hati warga Muhammadiyah.

Sebagai pengusaha sukses, H. Bisri Ilyas dikenal bukan hanya karena kecakapannya dalam bisnis, tetapi juga ketulusannya berbagi untuk kemaslahatan umat. Ia tidak menonjolkan diri melalui jabatan, tetapi memilih bekerja di balik layar. Perannya menjadi fondasi penting berkembangnya amal usaha Muhammadiyah, terutama ketika GKB tumbuh sebagai pusat pendidikan dan dakwah modern di Gresik.

Fondasi Pendidikan dan Dakwah di GKB

Warisan terbesar H. Bisri Ilyas tampak nyata pada pembangunan fasilitas pendidikan dan sosial Muhammadiyah di GKB. Sekolah-sekolah Muhammadiyah—dari SD hingga SMA—berkembang di atas lahan wakaf, hibah, dan dukungan finansial darinya. Banyak warga menyebut predikat GKB sebagai “Kota Pendidikan Muhammadiyah” tidak bisa dilepaskan dari peran strategisnya sebagai motor pembangunan.

Masjid-masjid Muhammadiyah di kawasan ini juga berdiri dengan dukungannya. Baginya, masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi pusat pemberdayaan masyarakat. Karena itu, pembangunan masjid dan sarana dakwah selalu menjadi prioritas dalam kiprahnya. Pendidikan dan dakwah, menurutnya, harus berjalan beriringan agar generasi muda mendapatkan ruang belajar yang layak dan bermutu.

Di luar GKB, banyak aktivitas sosial ia jalankan tanpa publikasi. Ia membantu sekolah-sekolah kecil, mendukung pembangunan asrama, dan memenuhi kebutuhan operasional lembaga pendidikan yang kekurangan dana. Para kepala sekolah mengenangnya sebagai pribadi yang hadir setiap kali dibutuhkan, tanpa menunggu permintaan resmi dan tanpa pamrih.

Warisan Nilai dan Pengabdian

Rendah hati adalah sifat yang paling melekat pada diri H. Bisri Ilyas. Padahal, dengan kapasitas dan sumber daya yang ia miliki, ia bisa saja menempati posisi strategis. Namun ia memilih mengabdi melalui kerja nyata. Kesederhanaan, ketegasan prinsip, dan keikhlasan beramal menjadi teladan bagi para kader muda Muhammadiyah.

Ketika kabar wafatnya tersebar, duka mendalam menyelimuti warga dan tokoh Muhammadiyah di Gresik. Banyak yang menyebut gerak dakwah dan pendidikan Muhammadiyah telah kehilangan salah satu dermawan terbaiknya.

Namun warisannya tetap hidup. Gedung-gedung sekolah yang ramai oleh siswa, masjid-masjid yang menjadi pusat kegiatan, dan ribuan pelajar yang belajar setiap hari menjadi amal jariyah yang terus mengalir untuknya. Generasi muda Muhammadiyah kini mewarisi bukan hanya bangunan fisik, tetapi juga spirit pengabdian yang ia tanamkan.

H. Bisri Ilyas mungkin telah berpulang, tetapi namanya akan terus dikenang sebagai salah satu pilar penting kebangkitan amal usaha Muhammadiyah di Gresik. Melalui wakaf, kerja senyap, dan ketulusan pengabdian, ia menulis sejarah yang abadi bagi persyarikatan.(*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu