
PWMU.CO – Pertemuan rutin bulanan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) dan Pimpinan Ranting Nasyi’atul ‘Aisyiyah (PRNA) Dengok Paciran Lamongan, yang pada bulan ini dilaksanakan pada Kamis (15/5/2025) pukul 13.00 WIB di Aula Sang Surya Perguruan Muhammadiyah Dengok.
Ketua PRA Dengok, Musyawaro, menyampaikan dalam sambutanya, bahwa kegiatan rutin bulanan ini adalah kegiatan silaturahmi anggota ‘Aisyiyah dan anggota Nasyi’atul ‘Aisyiyah Ranting Dengok dalam rangka untuk memperkuat ukhwah.
Kegiatan rutin bulanan ini juga diisi dengan arisan anggota, sekaligus update pengetahuan keagamaan dan organisasi. Narasumber yang didatangkan berasal dari dalam dan dari luar desa
Pada pertemuan rutin bulan ini, Mei 2025, narasumber yang memberikan pencerahan adalah Ustadz M Mahmud SAg MPdI.
Tema pencerahan pada pertemuan kali ini adalah “Hadapi Masalah, Bukan Lari dari Masalah”. Berikut yang telah disampaikan Ustadz M Mahmud dalam ceramahnya:
Dalam awal ceramahnya beliau menyampaikan sebuah cerita tentang kisah suami istri yang bertengkar karena masalah, dan suaminya kasar setiap marah selalu membanting piring, gelas, toples, sampai TV.
Karena merasa tidak kuat dengan kasarnya suami. Istri meninggalkan rumah menjelang maghrib. Saat di tengah perjalanan terdengar suara azan Maghrib, dan wanita tersebut masih ingat shalat, saat itu imam shalat membaca surat al-Insyiqoq ayat 19:
لَتَرْكَبُنَّ طَبَقًا عَنْ طَبَقٍۗ
“Sungguh, kamu benar-benar akan menjalani tingkat demi tingkat (dalam kehidupan)”.
Setelah shalat dia berpikir apakah tetap pulang ke rumah orang tua atau kembali ke rumah suami. Kalau pulang ke rumah orang tua juga pasti ada masalah, kalau tidak bisa sabar maka saya berdosa dan masuk neraka.
Kalau pulang ke suami masalah akan kami hadapi, dan akan membawa saya ke surga.
Untuk menghadapi masalah, ada empat kiat supaya masalah tersebut tidak menjadi beban, dan selalu dapat solusi atau jalan keluar yang terbaik. Di antaranya”
- Meminta hidayah atau petunjuk
- Meminta ketaqwaan
- Meminta kesehatan jasmani atau rohani
- Meminta kecukupan hati
Hal ini berdasarkan doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW,
اللَّهُمَّ إنِّي أسْألُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى
Artinya: Ya Allah, aku meminta kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, sifat ‘afaf (menjaga diri dari hal yang tidak halal), dan ghina (kecukupan hati).(*)
Penulis Muthmainnah Editor Zahrah Khairani Karim





0 Tanggapan
Empty Comments