Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Hadapi Siswa Unik di Kelas Reguler, Guru SDMM Ikuti Upgrading Inklusi

Iklan Landscape Smamda
Hadapi Siswa Unik di Kelas Reguler, Guru SDMM Ikuti Upgrading Inklusi
Suasana Upgrading Inklusi SDMM (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Suasana aula SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) tampak berbeda dari biasanya. Seluruh pendidik dan tenaga kependidikan berkumpul mengikuti kegiatan upgrading bertema “Inklusi Tanpa Pusing: Jurus Praktis Menghadapi Si Unik di Kelas Reguler” yang dilaksanakan pada Kamis (12/3/2026).

Kegiatan ini menghadirkan Ria Eka Lestari, S.Si., CPLA, guru SD Muhammadiyah Manyar yang juga merupakan penanggung jawab Bimbingan Konseling dan UKS di SDMM. Sosok yang akrab disapa Tari ini dikenal aktif mengawal siswa dengan beragam kebutuhan belajar di lingkungan sekolah.

Agenda upgrading ini diselenggarakan agar seluruh pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan sekolah mampu menjalankan perannya dalam mendampingi anak-anak dengan kebutuhan belajar yang beragam.

Peran Guru yang Beragam

Dalam paparannya, Tari mengingatkan bahwa peran guru di kelas sangat kompleks.

“Guru itu kadang menjadi wasit, perawat, konselor, bahkan sahabat bagi murid,” ujarnya.

Menurutnya, menghadapi kelas yang beragam membutuhkan “jurus bersama”. Tari menjelaskan bahwa dalam kelas reguler sering dijumpai siswa yang secara fisik tampak sama dengan teman-temannya, tetapi memiliki hambatan spesifik dalam proses belajar, interaksi sosial, maupun pengendalian diri.

Beberapa contoh hambatan tersebut antara lain disleksia, disgrafia, dan gangguan pemrosesan informasi yang membuat anak membutuhkan modifikasi kecil dalam kurikulum maupun strategi pembelajaran.

“Sering kali kita tidak menyadari bahwa anak-anak ini sebenarnya mampu, hanya saja mereka membutuhkan cara belajar yang berbeda,” jelasnya.

Simulasi Kasus di Kelas

Agar peserta lebih memahami situasi nyata di kelas, Tari mengajak para guru melakukan uji kasus melalui lembar Daftar Cek Masalah (DCM).

Para peserta diminta menganalisis enam kasus yang kerap ditemui dalam pembelajaran. Melalui diskusi, para guru diminta mengidentifikasi kemungkinan siswa yang masuk kedalamnya. Ini agar memudahkan pendampingan siswa kedepannya.

Dalam sesi diskusi, Tari membagikan berbagai tips praktis yang bisa langsung diterapkan guru di kelas reguler.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Salah satu strategi sederhana yang diperkenalkan adalah “Corner of Calm” atau pojok tenang di kelas. Pojok ini dapat digunakan siswa selama sekitar lima menit ketika mereka merasa kewalahan, terlalu bising, atau kesulitan mengendalikan emosi.

“Kadang anak hanya butuh waktu sebentar untuk menenangkan diri sebelum kembali belajar,” jelasnya.

Selain itu, guru juga dapat melakukan modifikasi kecil, seperti memecah tugas menjadi beberapa bagian, memberikan instruksi yang lebih sederhana, atau menyediakan alternatif cara mengekspresikan pemahaman selain menulis panjang.

Pendekatan-pendekatan ini dinilai mampu membantu siswa tanpa harus mengubah kurikulum secara besar-besaran.

Semua Anak Berhak Bersinar

Kegiatan upgrading ini berlangsung interaktif. Para guru terlihat antusias berbagi pengalaman menghadapi berbagai karakter siswa di kelas masing-masing.

Di akhir sesi, Tari menegaskan bahwa pendidikan inklusi bukanlah upaya menyeragamkan semua anak.

“Inklusi bukan tentang membuat semua anak sama, tetapi memastikan setiap anak memiliki jalannya sendiri untuk bersinar,” tuturnya.

Semangat tersebut sejalan dengan tema Milad ke-22 SD Muhammadiyah Manyar, yaitu “Brighter Reforms.” Melalui peningkatan kompetensi guru dalam memahami keberagaman siswa, sekolah berharap dapat menghadirkan lingkungan belajar yang semakin ramah, adaptif, dan memerdekakan setiap potensi anak. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡