
PWMU.CO – Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMABA) 2025 yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran dan Sains Al-Ishlah (STIQSI) Lamongan berlangsung selama lima hari di kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ishlah, Sendangagung, Paciran, Lamongan, Jawa Timur, Senin-Jumat (7-11/7/2025).
OSMABA yang mengusung tema “Suluh Penggerak Peradaban Qurani” ini memiliki konsep yang bagus dan unik, berbeda dari konsep ospek di kampus lain pada umumnya.
Hal ini diungkapkan oleh salah satu Dosen sekaligus Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIQSI Lamongan, Anis Ulfiyatin SSos MSosio.
“Di STIQSI Lamongan, OSMABA benar-benar dirancang sebagai gerbang penyambutan bagi mahasiswa baru. Mereka difasilitasi dengan berbagai informasi penting, mulai dari kelembagaan, sistem kurikulum, hingga jejaring keilmuan yang dimiliki STIQSI. Semua itu sangat dibutuhkan agar mahasiswa baru bisa beradaptasi secara sosial di lingkungan barunya,” ungkap ibu asal Palirangan, Payaman, Solokuro, Lamongan ini.
Menurutnya, kegiatan ini sekaligus menumbuhkan sense of belonging mahasiswa baru terhadap almamater STIQSI Lamongan. Menariknya, seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari konsep acara, kepanitiaan, hingga pelaksanaannya, dikordinasikan sepenuhnya oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).
Ketua pelaksana OSMABA 2025, Muhammad Dafa Rizki Muharrom menuturkan kepada kontributor PWMU.CO bahwa agenda yang disusun dalam OSMABA mencakup berbagai materi penting, seperti pengenalan kampus dan sistem perkuliahan, visi dan misi STIQSI, etika dan tata tertib mahasiswa, manajemen pengabdian pesantren, dan masih banyak lagi.
“Kegiatan OSMABA ini bertujuan untuk memperkenalkan mahasiswa baru pada berbagai hal yang berkaitan dengan STIQSI. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Divisi Internal BEM STIQSI Lamongan,” terang mahasiswa asal Kota Tuban ini.
Ia juga menjelaskan bahwa bagian BEM yang terlibat langsung dalam kegiatan ini meliputi pengurus harian, Sie Acara yang menyusun rundown kegiatan, serta Penanggung Jawab (PJ) Perlombaan yang merancang konsep lomba, seperti Musabaqah Fahmil Quran (MFQ) dan Estafet Mahfudhat. Mereka juga dibantu oleh bagian-bagian lain dalam pelaksanaannya.
Mahasiswa bertubuh gagah ini kemudian menjelaskan tema OSMABA 2025, yaitu “Suluh Penggerak Peradaban Qurani,” yang memiliki filosofi sebagai berikut:
‣ Suluh: Cahaya yang menerangi sekitar. Cahaya adalah gambaran dari ilmu dan akhlak terpuji.
‣ Penggerak: Mahasiswa, dengan ilmu dan akhlak, harus menjadi penggerak sekaligus entitas perubahan.
‣ Peradaban Qurani: Peradaban yang mencakup kebudayaan, ilmu pengetahuan, teknologi, amal shaleh, dan berbagai kegiatan produktif yang bersumber dari al-Quran, serta lahir dari kajian dan praktik istiqamah terhadap al-Quran. (*)
Penulis Gondo Waloyo Editor Ni’matul Faizah





0 Tanggapan
Empty Comments