Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Haedar Nashir: Ekonomi Syariah Harus Wujudkan Keadilan Sosial

Iklan Landscape Smamda
Haedar Nashir: Ekonomi Syariah Harus Wujudkan Keadilan Sosial
pwmu.co -

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir MSi menegaskan bahwa ekonomi syariah sejatinya memiliki peran strategis dalam menciptakan sistem ekonomi yang berkeadilan.

“Di sinilah konteks syariah itu berperan: bagaimana mewujudkan ekonomi berkeadilan, yang besar tumbuh besar tapi bisa berbagi dengan yang kecil, sehingga yang kecil ikut tumbuh. Saling peduli, tidak saling menghancurkan atau merusak,” ujarnya.

Pernyataan itu disampaikan Haedar dalam acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Bank Indonesia dan PP Muhammadiyah di Kantor PP Muhammadiyah Jakarta, Rabu (6/8/2025).

Menurut Haedar, tantangan besar ekonomi berkeadilan saat ini adalah dominasi kekuatan oligarki ekonomi yang kian masif dan mengarah pada praktik eksploitasi. Ia menilai, gejala tersebut dapat merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Ketika nafsu berlebihan mengeksploitasi Indonesia bahkan sampai merusak sistem, itu akhirnya menjatuhkan kehidupan ekonomi yang berdampak pada kehidupan sektor lain di republik ini,” ujarnya dikutip dalam laman Muhammadiyah.or.id.

Haedar juga mengingatkan pentingnya menjaga warisan perjuangan para pendiri bangsa. Ia menyesalkan jika ada pihak-pihak yang merusak bangunan kebangsaan demi kepentingan segelintir kelompok.

“Indonesia ini milik bersama, bukan milik segelintir orang. Sadarkah mereka yang memiliki kekuatan ekonomi, apakah mau hadir menebar kebaikan dan peduli untuk tidak merusak? Maka jangan kamu rusak apa yang telah dibangun oleh para pendiri bangsa,” tandasnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Di sisi lain, Haedar turut menyoroti adanya kecenderungan di masyarakat tertentu yang memaknai istilah-istilah keislaman secara peyoratif atau negatif. Menurutnya, ini menunjukkan kurangnya pemahaman terhadap nilai-nilai Islam yang sejatinya membawa rahmat bagi semesta alam.

“Mungkin ada yang memberi makna peyoratif terhadap Islam. Diksi agama dianggap tidak inklusif, padahal Islam berperan sebagai rahmatan lil alamin,” tegasnya.

Oleh karena itu, Haedar mendorong perlunya edukasi dan kolaborasi antar elemen bangsa untuk memperkuat harmoni dan semangat saling memahami.

“Republik ini perlu saling paham, saling kenal, saling cinta, saling dekat, dan saling berkorban. Saya yakin gerakan ekonomi syariah akan menuju ke arah itu,” pungkasnya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu