
PWMU.CO – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir MSi menegaskan pentingnya budaya literasi sebagai fondasi kemajuan bangsa.
Menurutnya, tanpa literasi yang kuat, sebuah negara akan mudah tertinggal dan diperdaya oleh berbagai pihak.
“Tak ada kemajuan tanpa budaya literasi. Literasi bukan sekadar membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan mengolah informasi untuk kehidupan yang lebih bermakna dan berbudaya,” tulis Haedar Nashir melalui akun Instagram resminya, Selasa (17/6/2025).
Ia mengingatkan bahwa kebudayaan dan peradaban tumbuh dari tradisi literasi yang kokoh. Sebaliknya, bangsa yang lemah literasi akan mudah terpecah belah, bahkan oleh sesama komponen dalam bangsanya sendiri.
“Bangsa Indonesia akan makin maju jika budaya literasinya tumbuh dan berkembang menjadi kebiasaan sehari-hari. Tiada detak jantung kemajuan tanpa denyut literasi,” lanjutnya.
Dalam unggahannya, Haedar juga menyinggung maraknya budaya lisan yang kurang produktif di tengah masyarakat.
Ia menyerukan agar generasi muda, khususnya milenial dan gen-Z, mulai mengurangi kebiasaan obrolan kosong, candaan berlebihan, olok-olok, gosip, hingga kehebohan yang tidak memberi nilai tambah.
“Kalau ingin maju, bangunlah budaya literasi. Mulailah dari kebiasaan membaca, menulis, dan mengelola informasi secara cerdas. Bukan malah piawai main game dan rebahan melewati batas,” pesannya.
Haedar menutup pesannya dengan seruan reflektif: “Jangan sia-siakan sedetik waktu berlalu tanpa kesadaran literasi!”
Unggahan tersebut mendapat respons positif dari warganet, terutama kalangan akademisi dan aktivis pendidikan, yang menilai pesan Haedar relevan dan penting di tengah tantangan digital dan rendahnya minat baca masyarakat Indonesia.(*)
Penulis Alfain Jalaluddin Ramadlan Editor Azrohal Hasan






0 Tanggapan
Empty Comments