Suasana haru menjadi bagian dari keheningan Gedung Serbaguna P3GI, Kota Pasuruan, pada Sabtu (14/02/2026).
Di bawah sorot lampu panggung, ratusan santri cilik berdiri dengan tegap, mengenakan busana muslim bersih yang mencerminkan kesucian niat mereka.
Hari itu, SD Al Kautsar menggelar perhelatan akbar: Khotmul Quran dan Imtihan Metode Ummi Angkatan ke-3 Tahun 2026, sebuah ajang pembuktian cinta mereka terhadap Al-Qur’an.
Lebih dari sekadar seremoni kelulusan, acara ini merupakan puncak dari proses belajar yang panjang para siswa.
Sebanyak 152 peserta mengikuti prosesi ini dengan rincian yang mengesankan: 101 siswa menempuh tes tahfidz (hafalan), 50 siswa di kategori tartil (kelancaran membaca), dan satu siswa istimewa yang mengikuti kedua kategori sekaligus.
Bagi SD Al Kautsar, momen ini adalah deklarasi nyata atas komitmen mereka membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara kognitif, namun juga memiliki akar spiritualitas yang menghujam bumi.
Cahaya dari Kelas 3F: Faradillah Quinzi
Di tengah deretan peserta, perhatian hadirin tertuju pada sosok mungil dari kelas 3F bernama Faradillah Quinzi.
Di usianya yang masih sangat belia, Fara—begitu sapaan akrabnya—telah menorehkan prestasi yang menggetarkan hati.
Ia berhasil menuntaskan hafalan 10 juz Al-Qur’an, mulai dari juz 1 hingga juz 10.
Pencapaian ini seolah menjadi oase di tengah gempuran distraksi digital bagi anak-anak seusianya.
Ujian sesungguhnya tiba saat sesi imtihan atau uji publik dimulai.
Fara tidak dibiarkan turun panggung begitu saja.
Ia mendapat tantangan langsung dari para wali murid dan Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Pasuruan, Nur Yasin.
Suasana mendadak hening, penuh ketegangan yang positif.
“Lanjutkan ayat berikut,” ucap Nur Yasin dengan suara berwibawa, membacakan potongan acak dari Surat Al-Baqarah, kemudian melompat ke Surat An-Nisa, hingga Surat Al-Fajr.
Tanpa jeda lama, dengan suara lantang dan makhraj yang presisi, Fara menyambung ayat demi ayat dengan mengalir deras seperti air.
Tak ada keraguan di wajahnya.
Ketenangan siswi kelas 3 ini sontak memicu tepuk tangan panjang yang bergema di seluruh sudut gedung.
Banyak orang tua yang hadir tak kuasa membendung air mata menyaksikan mukjizat hafalan pada diri seorang bocah.
Kepala SD Al Kautsar, Mustakin, dalam pidatonya yang sarat makna, menyampaikan bahwa keberhasilan Fara dan ratusan siswa lainnya adalah hasil dari sinergi segitiga emas: bimbingan guru yang sabar, dukungan penuh orang tua, dan kegigihan siswa.
“Kami tidak hanya menanamkan target angka hafalan, tetapi kami menitipkan nilai. Metode Ummi yang kami terapkan adalah instrumen untuk memastikan setiap huruf yang dibaca sesuai dengan kaidah tajwid, dan setiap ayat yang dihafal meresap menjadi karakter harian,” tegas Mustakin.
Menurutnya, program ini adalah jaminan mutu sekolah dalam membina lima pilar utama: akhlak, ibadah, Al-Qur’an, akademik, dan non-akademik.

Apresiasi dari Pucuk Pimpinan Kota
Kehadiran Ibu Wali Kota Pasuruan, Suryani Firdaus, menambah bobot sakral acara tersebut.
Dalam sambutannya, ia tak segan memberikan apresiasi setinggi langit atas dedikasi SD Al Kautsar.
“Ini bukan sekadar prestasi sekolah, tapi kebanggaan bagi masyarakat Kota Pasuruan. Melihat anak-anak kita begitu mencintai Al-Qur’an memberikan kita harapan bahwa masa depan bangsa ini berada di tangan yang tepat,” ujar Suryani dengan nada bangga.
Beliau juga mengingatkan bahwa pendidikan Al-Qur’an harus menjadi “napas” di dalam rumah tangga, bukan sekadar tugas yang diserahkan sepenuhnya kepada sekolah.
Acara ditutup dengan prosesi penyerahan penghargaan yang penuh khidmat.
Para orang tua satu per satu naik ke atas panggung, memeluk putra-putri mereka yang telah berhasil menyelesaikan tahapan ujian.
Tangis haru dan pelukan bangga menjadi pemandangan yang mendominasi akhir acara.
Kesuksesan Khotmul Quran Angkatan III ini menjadi tonggak sejarah baru bagi SD Al Kautsar.
Prestasi Faradillah Quinzi menjadi simbol bahwa usia bukanlah penghalang untuk meraih kemuliaan bersama Al-Qur’an.
Dengan doa bersama yang dipimpin oleh ustadz pembimbing, seluruh hadirin berharap agar para siswa tetap istiqamah menjaga hafalannya dan menjadi cahaya bagi keluarga serta bangsa di masa depan.***






0 Tanggapan
Empty Comments