
Siswi kelas XII C Smamuga Tulangan, Nabilah Ratnaduhita Putri Kuswanto, berhasil lolos SNBP 2025 dan mendapatkan golden Tiket di UNAIR. (Zulkifli/PWMU.CO).
PWMU.CO – Kabar membanggakan datang dari SMA Muhammadiyah 3 Tulangan (Smamuga).
Salah satu siswi terbaiknya, Nabilah Ratnaduhita Putri Kuswanto, berhasil meraih Golden Ticket Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya. Ia lolos melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025.
Saat dihubungi PWMU.CO pada Sabtu (19/4/2025), Nabilah mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas pencapaian tersebut.
“Saya tidak menyangka bisa mendapatkan Golden Ticket. Pesaing di UNAIR sangat banyak dan hebat-hebat. Saat nama saya disebut di live YouTube UNAIR, saya langsung terharu. Keluarga saya juga ikut bangga” tutur gadis berhijab itu penuh haru.
Siswi kelas XII C ini resmi diterima di Program Studi S1 Bahasa dan Sastra Inggris UNAIR. Pengumuman nasional SNBP berlangsung secara daring oleh pemerintah pada Selasa (18/03/2025) dan tersampaikan juga oleh pihak sekolah kepada para siswa.
Hafal 7 Juz, Rajin dan Berprestasi
Tak hanya cemerlang secara akademik, Nabilah juga terkenal sebagai hafidzah yang telah menghafal tujuh juz Al-Qur’an. Dalam kesehariannya di Smamuga, ia adalah sosok pelajar yang tekun, gemar membaca buku, dan aktif mengikuti berbagai kompetisi.
Di antara prestasi yang telah ia raih adalah Juara 2 lomba tahfidz tingkat nasional dalam ajang Muhammadiyah Education Awards (MEA) 2022. Selain itu, ia juga merupakan finalis lomba karya tulis ilmiah tingkat nasional yang terselenggara oleh Universitas Brawijaya pada 2023 dan 2024.
“Saya sangat bersyukur bisa masuk jurusan yang sesuai dengan minat saya. Cita-cita saya ingin menjadi guru atau dosen. Saya ingin sukses di dunia dan akhirat, dan bisa memberi manfaat bagi banyak orang” ucapnya.
Gadis kelahiran Surabaya, 14 Agustus 2006, yang tinggal di Perumtas 4, Jambangan, Candi, Sidoarjo ini menyampaikan bahwa pencapaiannya tak lepas dari peran penting orang tua dan para guru.
“Orang tua saya selalu menjadi penyemangat, terutama dalam menjaga hafalan Al-Qur’an. Guru-guru, khususnya guru BK, sangat membantu dan mendorong saya untuk mencoba jalur Golden Ticket. Alhamdulillah, saya bisa membanggakan mereka” ujarnya.
Sebagai anak tunggal, Nabilah merasa memiliki tanggung jawab besar untuk membahagiakan kedua orang tuanya. Sang ayah yang bekerja di sektor swasta adalah sosok inspiratif yang terus memotivasinya agar tak mudah menyerah dalam meraih mimpi.
Pesan untuk Teman-Teman
Menutup wawancara, Nabilah memberikan semangat kepada rekan-rekannya yang belum lolos SNBP. “Jangan menyerah. Tetap percaya pada diri sendiri, terus berusaha, dan jangan lupa berdoa. Allah pasti memberikan jalan terbaik bagi kita semua” pesannya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membersamai perjalanannya. “Terima kasih kepada orang tua, ibu kepala sekolah, guru-guru, dan teman-teman Smamuga. Tiga tahun ini adalah perjalanan luar biasa yang tak akan saya lupakan” ucapnya penuh rasa haru.
Di sisi lain, Wali kelas XII C, Henny Afianti Halim SKom, saat dihubungi melalui WhatsApp, turut mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan anak didiknya.
“Alhamdulillah atas prestasi yang diraih ananda Nabilah. Ia adalah pribadi yang multitalenta, memiliki perangai yang santun dan wajah yang berseri” terang Henny.
“Selain cerdas dan berbudi pekerti, ananda juga aktif dalam organisasi IPM dan kegiatan keagamaan” ungkap guru komputer tersebut.
Penulis Zulkifli, Editor Danar Trivasya Fikri






0 Tanggapan
Empty Comments