
PWMU.CO — Masih dalam suasana Idulfitri 1446 H, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Labbaik RSM Lamongan menyelenggarakan kegiatan bimbingan manasik haji dan umrah pada Sabtu (12/5/2025).
Kegiatan ini diawali dengan pembekalan teori mengenai pelaksanaan ibadah haji serta penggunaan pakaian ihram sebelum praktik lapangan.
Sambutan pembuka disampaikan oleh Dr Piet Hisbullah Khaidir SAg MA, selaku pembimbing jamaah sekaligus Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan.
Dalam pesannya, ia menekankan bahwa ibadah haji adalah panggilan khusus bagi mereka yang tergolong “ulul albab”—orang-orang yang memiliki akal sehat dan hati yang bersih.
Beliau mengawali sambutannya dengan mengutip Surah al-Baqarah ayat 197:
“…Bawalah bekal, karena sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku, wahai orang-orang yang berakal (ulul albab).” (Qs Al-Baqarah: 197)
Menurutnya, haji bukan sekadar ritual fisik, tetapi ibadah yang menuntut keikhlasan dan kesetaraan di hadapan Allah Swt.
“Kekayaan, status sosial, maupun ilmu harus ditanggalkan saat menunaikan ibadah haji. Semua menjadi sama, semata-mata karena Allah,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan jamaah akan sikap seorang ulul albab yang digambarkan dalam Surah Ali Imran ayat 191:
“(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi…” (Qs Ali Imran: 191)
“Selama melaksanakan ibadah haji, hendaknya kita senantiasa menjaga dzikir dalam segala keadaan: berdiri, duduk, maupun berbaring,” tegasnya.
Setelah sambutan, materi dilanjutkan oleh Ustadz Abdul Hamid Muhanan Lc. Ia menyampaikan informasi teknis terkait miqat, titik awal niat ihram bagi jamaah.
Jamaah KBIHU Labbaik rencananya akan mengambil miqat di atas pesawat, sehingga diminta mengenakan pakaian ihram sejak dari Asrama Haji Surabaya, sementara niat dilakukan saat ada pemberitahuan resmi dari pembimbing.
Sekitar pukul 07.30 WIB, sebanyak lima bus membawa kurang lebih 257 calon jamaah haji menuju Asrama Haji Surabaya untuk melaksanakan praktik manasik secara langsung sebagai persiapan menghadapi ibadah haji sesungguhnya. (*)
Penulis Kholid Achmad Editor Alfain Jalaluddin Ramadlan





0 Tanggapan
Empty Comments