Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Halal Bihalal SD Mumtaz: Refleksi Spiritual dan Peringatan Ketidakstabilan Ekonomi Global

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -
Fityan Izza Noor Abidin SE MSA (pojok kanan) ketika memberikan tausiyah dalam halal bihalal Guru Karyawan SD Mumtaz (Heni Dwi Utami/PWMU.CO)

PWMU.CO SD Muhammadiyah 1 dan 2 Taman (Mumtaz), Sidoarjo menyelenggarakan acara halal bihalal yang penuh makna dan pesan inspiratif, Jumat (11/4/2025). Acara di Aula Kampus 1 SD Mumtaz ini tidak hanya mempererat tali silaturahmi antarguru dan karyawan (Gukar), namun juga menyuguhkan pesan mendalam dari Wakil Bendahara PWM Jatim, Fityan Izza Noor Abidin SE MSA.

Acara dimulai dengan suasana khidmat, di mana para pendidik dan staf berkumpul dalam semangat keagamaan. Fityan menyampaikan pesan yang sarat dengan nilai keimanan dan kepedulian sosial.

Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan bahwa situasi ekonomi Indonesia tengah menghadapi tantangan serius. Antara lain efisiensi pengelolaan keuangan negara, pengerukan utang, dan upaya mencetak uang yang berisiko menimbulkan inflasi besar. Tak satu pun dari kita yang dapat mengubah takdir, karena rezeki setiap manusia telah ditetapkan oleh Allah SWT.

Analogi “Gelas Rezeki” dan Langkah Spiritual

Fityan mengemukakan analogi yang sederhana, namun mendalam, yaitu rezeki ibarat gelas yang terisi air. Banyak yang beranggapan bahwa jika ingin mendapatkan lebih banyak, gelas itu harus diperbesar. Namun, ia menekankan bahwa hal tersebut harus dilakukan dengan memperhatikan prinsip ibadah dan keikhlasan dalam mencari nafkah. Berikut adalah lima cara yang disampaikan sebagai pedoman dalam mencari dan memperbesar rezeki:

  1. Niat Murni saat Bekerja
    Setiap keberangkatan menuju tempat kerja harus didasari niat untuk mencari rezeki atas perintah Allah. Dengan niat yang lurus dan mencari rida-Nya, diyakini rezeki pun akan diperbesar.
  2. Doa dalam Perjalanan
    Menurutnya, semakin panjang perjalanan menuju tempat kerja atau sekolah, semakin ideal untuk mengisi waktu dengan doa. Setiap langkah adalah momen untuk mendekatkan diri kepada Sang Pemberi.
  3. Zakat, Sedekah, dan Infak Bukan untuk “Memperbesar Gelas”
    Ia meluruskan pemahaman yang salah tentang zakat dan sedekah. Keduanya bukanlah alat untuk memperbesar “gelas rezeki”, melainkan wujud ketaatan dan bentuk kepedulian sosial yang insyaallah membawa berkah.
  4. Meyakini Kekayaan Allah
    Manusia sering lupa bahwa Allah adalah Maha Kaya. Dengan keyakinan penuh terhadap kekayaan-Nya, setiap usaha dan doa diharapkan dapat mendapatkan keberkahan yang melimpah.
  5. Meningkatkan Ubudiyah
    Aktivitas ibadah seperti shalat Duha, doa mustajab, serta doa yang diselipkan setelah shalat seperti yang dicontohkan Nabi Zakaria dalam berdiri berdoa—diharapkan mampu menguatkan iman dan menambah keberkahan rezeki.

Fityan menyisipkan pesan agar setiap guru dan karyawan SD Mumtaz senantiasa menyelipkan doa-doa baik dalam setiap momen ibadah, sebagai pengingat bahwa tidak ada kekuatan yang lebih besar daripada kekuatan Allah SWT.

“Mari kita kembalikan segala urusan kepada-Nya dan jalani hidup dengan konsistensi dalam setiap bentuk ubudiyah,” ujarnya dengan tegas namun hangat.

Di tengah situasi ekonomi yang tidak stabil dan kekhawatiran akan potensi kerusuhan akibat inflasi tinggi, pesan spiritual tersebut memberikan secercah harapan agar setiap individu dapat menemukan keseimbangan melalui keikhlasan dan amal ibadah. Fityan Izza menegaskan bahwa segala hasil dan rezeki telah ditetapkan, dan usaha manusia hanyalah bagian dari proses menjalankan perintah-Nya.

Acara halal bihalal ini pun ditutup dengan doa bersama, menguatkan semangat kebersamaan dan harapan untuk masa depan yang lebih baik. Meskipun banyak tantangan yang harus dihadapi, kebersamaan dan ibadah menjadi fondasi utama agar setiap insan terus diberikan keberkahan dalam hidupnya.

Penulis Heni Dwi Utami Editor Zahra Putri Pratiwig

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu