
PWMU.CO – Dengan balutan busana muslim yang beraneka warna, siswa dan guru SD Muhammadiyah 1 Kebomas (Muri), Gresik mengawali hari pertama sekolah dengan semangat kebersamaan dalam tradisi halal bihalal yang penuh makna, Rabu (9/4/2025).
Para siswa, guru, karyawan, serta pengurus Ikatan Wali Murid (Ikwam) dan Majelis Perwakilan Kelas (MPK) kelas berkumpul di lapangan. Pada pukul 07.30 hingga 08.30, seluruh siswa kelas I hingga VI bersama para guru SD Muri mengikuti seremoni pagi yang penuh khidmat. Salah satu agenda utamanya adalah kegiatan halal bihalal, sebagai wujud pelestarian kearifan budaya sekolah yang telah mengakar kuat di SD Muri.
Hari ini berbeda. Seluruh siswa dan guru mengenakan busana muslim dengan warna beraneka ragam. Meski beragam pakaian dikenakan, namun kerukunan, kebersamaan, dan ukhuwah tetap terjaga dengan baik. Hal ini membuat suasana halal bihalal semakin meresap di hati.
Bellah Iasyah Melindah SPd mengingatkan kembali kepada seluruh siswa dan guru satu hari sebelum masuk sekolah, bahwa pada hari pertama masuk diharapkan mengenakan busana muslim. Informasi ini disampaikan melalui grup wali siswa.
Harapannya, hari pertama masuk sekolah menghadirkan nuansa Hari Raya Idul Fitri, sebagai hari kemenangan umat Islam setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan. Kebahagiaan seluruh umat Islam dapat dirayakan dengan beragam budaya dan kearifan lokal yang dimiliki.
Setelah berpuasa selama satu bulan penuh, budaya sekolah yang baik tetap dilestarikan. Saling memaafkan antara siswa dengan guru, karyawan, serta pengurus Ikwam dan MPK menjadi bagian dari kegiatan halal bihalal.
Budaya Baik yang Perlu Dilestarikan
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Bellah Iasyah Melindah SPd, menyampaikan harapannya agar siswa-siswa SD Muri tetap memiliki akhlak karimah. Budaya baik yang sudah terbentuk di SD Muri harus terus dijaga dan dilestarikan.
“Budaya silaturrahim dan halal bihalal sangat penting dan perlu dilestarikan supaya tidak punah, tergilas zaman seperti sekarang,” ujarnya.
“Generasi penerus bangsa Indonesia harus tetap memiliki sopan santun dan akhlak yang baik. Maka, dengan tidak meninggalkan kearifan lokal budaya sekolah yang baik, akan tertanam pada diri anak-anak sedini mungkin. Terus tetap dijaga anak-anak SD Muri sebagai generasi penerus bangsa,” tegas Bellah.





0 Tanggapan
Empty Comments