Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Halalbihalal dan Resepsi Milad ke-62 Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang diselenggarakan pada Ahad (5/4/2026) di Hotel Savana Malang.
Kegiatan ini digelar oleh Forum Komunikasi Almuni (FOKAL) IMM Jawa Timur bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM Jawa Timur sebagai momentum mempererat silaturahmi alumni dan kader, serta peran IMM dalam kehidupan keummatan dan kebangsaan.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari unsur alumni dan pimpinan IMM. Di antaranya Prof. Ma’mun Murod selaku Koordinator Nasional FOKAL IMM, Choirul Anam, Ali Muthohirin, Dedi Irwana, Devi Kurniawan, serta Habib Asha Kurniawan.
Dalam sambutannya, Koordinator Nasional FOKAL IMM, Prof. Ma’mun Murod, M.Si., menekankan pentingnya menjaga kesinambungan gerakan antara alumni dan kader aktif IMM.
Ia menyampaikan bahwa momentum milad bukan sekadar perayaan, melainkan ruang refleksi untuk memperkuat kontribusi nyata IMM bagi umat dan bangsa.
Ketua FOKAL IMM Jawa Timur, Choirul Anam, juga menegaskan bahwa sinergi antara alumni dan kader menjadi kunci dalam memperluas dampak gerakan IMM, baik di bidang sosial, pendidikan, maupun kebangsaan.
Sementara itu, Ketua Umum DPD IMM Jawa Timur, Devi Kurniawan, menyampaikan bahwa Milad ke-62 IMM menjadi momentum untuk memperkuat identitas kader sebagai agen perubahan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan kemanusiaan.
Pada sesi resepsi milad, hadir sejumlah narasumber yang memberikan pandangan strategis terkait peran IMM ke depan.

Di antaranya Koornas FOKAL IMM Prof. Ma’mun Murod, Ketua BPSDM Jawa Timur Dr. Ramliyanto, M.P., anggota DPRD Jawa Timur Dr. Suli Daim yang juga merupakan Koordinator Daerah FOKAL Jawa Timur periode sebelumnya, Wakil Ketua PWM Jawa Timur Solihin Fanani, serta Kakanda Ahmad Rofiq.
Diskusi dalam resepsi milad ini dimoderatori oleh Immawati Putri Ayu dari DPD IMM Jawa Timur, yang memandu jalannya forum dengan dinamis dan interaktif.
Berbagai gagasan strategis mengemuka dalam forum tersebut, mulai dari penguatan kapasitas kader, kontribusi IMM dalam pembangunan daerah, hingga pentingnya menjaga nilai-nilai ideologis Muhammadiyah di tengah dinamika zaman.
Tidak sekadar seremoni, suasana Halalbihalal ini menghadirkan rasa kekeluargaan yang hangat, di mana perbedaan generasi dan latar belakang melebur dalam satu ikatan ideologis yang sama.
Momen ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kekuatan IMM tidak hanya terletak pada gagasan, tetapi juga pada soliditas hubungan antar kader dan alumninya.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam membangun IMM yang lebih progresif, kolaboratif, dan berdampak luas bagi masyarakat.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments