Keluarga besar Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sepanjang dan Sukodono menggelar Halalbihalal di halaman RSU Assakinah Medika, Ahad malam (12/4/2026) bertepatan dengan 24 Syawal 1447 Hijriah.
Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh Muhammadiyah, di antaranya Taufiqurrahman, A. Dzoul Milal, serta Tamhid Masyhudi, bersama jajaran Pimpinan Wilayah, Daerah, dan Cabang Muhammadiyah maupun ‘Aisyiyah, serta unsur Muspika Sukodono.
Ketua PCM Sukodono, Dwi Songgo, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai momentum mempererat silaturahmi sekaligus menyatukan langkah antara PCM Sukodono dan PCM Sepanjang.
Ia menegaskan komitmen untuk mendukung berbagai program bersama, khususnya terkait pengembangan masjid baru di lingkungan RS Assakinah.
Sementara itu, Ketua PCM Sepanjang, Sam’un, menegaskan pentingnya memperkuat pelayanan dan kepedulian sosial sebagai bagian dari gerakan Muhammadiyah berkemajuan.
“Muhammadiyah harus terus mengokohkan pelayanan dan kepedulian masyarakat, serta menjaga kekompakan dalam menjalankan program berkemajuan,” ujarnya.
Dalam kegiatan ini juga dilaksanakan serah terima Masjid Assakinah dari PT Sasmita kepada PCM Sepanjang, yang kemudian dikelola bersama pihak rumah sakit dan PCM Sukodono.
Masjid yang berada di depan RS Assakinah ini diharapkan menjadi pusat ibadah sekaligus penguatan dakwah di kawasan tersebut. Sebelumnya, masjid ini telah digunakan untuk pelaksanaan salat Jumat bersama warga sekitar.
RSU Assakinah Medika sendiri merupakan amal usaha PCM Sepanjang yang terus berkembang sejak diresmikan pada 2023 oleh Subandi dan pengembangannya diresmikan oleh Haedar Nashir pada 2025.
Perkembangan RS Assakinah menjadi bagian dari implementasi nilai Al-Ma’un dalam Muhammadiyah, yakni keberpihakan kepada kaum dhuafa dan mustadh’afin.
Ekspansi amal usaha kesehatan juga terus berlanjut, termasuk pendirian RSI Arofah di Mojosari, Mojokerto sebagai bentuk komitmen pelayanan berbasis kemanusiaan.
Dalam tausiyah penutup, Taufiqurrahman mengingatkan pentingnya menjaga ruh Muhammadiyah melalui penguatan nilai keilmuan dan pengajian.
“Orang Muhammadiyah kok tidak suka ngaji, maka Muhammadiyah kehilangan ruhnya,” tegasnya.
Ia juga mengisahkan perjalanan awal Muhammadiyah yang membangun berbagai majelis seperti Tabligh, pendidikan, pustaka, hingga Penolong Kesengsaraan Oemoem (PKO) yang kini berkembang menjadi rumah sakit berbasis kasih sayang.
Kegiatan Halalbihalal ini menjadi momentum penting untuk memperkuat ukhuwah, kolaborasi, serta dedikasi warga Muhammadiyah dalam menghadapi dinamika zaman.
Semangat amar makruf nahi munkar diharapkan terus tumbuh, sehingga Muhammadiyah mampu berkontribusi nyata bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Acara ditutup dengan pantun penuh makna yang mencerminkan kebersamaan dan rasa syukur seluruh peserta.





0 Tanggapan
Empty Comments