Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Widodaren menggelar kegiatan Halalbihalal pada Jumat (03/04/2026) dalam suasana hangat, penuh kebersamaan, serta semangat memperkuat amal usaha Muhammadiyah.
Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Mundakir, S.Kep., Ns., M.Kep selaku Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PWM Jawa Timur. Turut hadir Drs. Suhardi selaku Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ngawi, serta jajaran PCM dan PCA dari wilayah sekitar, di antaranya Sine, Ngrambe, Mantingan, dan Karanganyar.

Dalam sambutannya, Ketua PDM Ngawi menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ketua MPKU PWM Jawa Timur yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya. Ia menegaskan pentingnya sinergi lintas tingkatan Muhammadiyah dalam mengembangkan amal usaha, khususnya di bidang kesehatan.
Ia juga memaparkan progres pembangunan Klinik Pratama PKU Muhammadiyah Widodaren yang saat ini tengah berjalan. Pihaknya berharap dukungan dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur terus mengalir hingga klinik tersebut dapat beroperasi secara optimal.
Selain itu, disampaikan pula rencana pendirian Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Ngawi di atas lahan seluas 7.000 meter persegi yang berlokasi di sebelah barat Islamic Center Muhammadiyah Ngawi. Meski masih dalam tahap perencanaan, kepanitiaan pembangunan telah dibentuk.
“Kami memang belum memiliki banyak, tetapi ini adalah ikhtiar bersama. Kita mulai dari niat, kita rencanakan bersama,” ungkapnya, disambut hangat oleh para hadirin.
Dalam tausiyahnya, Prof. Mundakir menyampaikan bahwa kehadirannya tidak hanya untuk menghadiri Halal Bihalal, tetapi juga melakukan monitoring terhadap pembangunan Klinik Pratama PKU Muhammadiyah Widodaren.
“Atas nama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, kami ingin memastikan bahwa pembangunan klinik berjalan dengan baik dan sesuai regulasi yang berlaku,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi semangat warga Muhammadiyah Widodaren dalam mendukung pembangunan klinik.
“Melalui grup WhatsApp, kami melihat ada yang menyumbang Rp500 ribu, Rp2 juta, bahkan hingga Rp200 juta. Inilah ciri khas Muhammadiyah, yaitu semangat beramal,” ujarnya.
Sebagai bentuk komitmen, MPKU PWM Jawa Timur siap mendukung pendirian Klinik Pratama PKU Muhammadiyah Widodaren. Dukungan tersebut sejalan dengan program MPKU, di mana setiap pendirian klinik Muhammadiyah di Jawa Timur akan mendapatkan bantuan sebesar Rp100 juta yang bersumber dari jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah-‘Aisyiyah se-Jawa Timur serta dukungan dari PT Surya Medika Timur.
Lebih lanjut, Prof. Mundakir menegaskan bahwa salah satu ciri warga Muhammadiyah adalah gemar beramal dalam segala kondisi. Hal ini sebagaimana tercantum dalam Surah Ali Imran ayat 133–134, yaitu mereka yang berinfak di waktu lapang maupun sempit, mampu menahan amarah, serta mudah memaafkan sebagai jalan menuju ketakwaan.
Dalam pemaparannya, ia juga menjelaskan makna Halal Bihalal dari tiga perspektif utama:
1. Perspektif Kesehatan
Saling memaafkan memberikan efek psikologis yang menenangkan. Dalam perspektif neuroscience, interaksi sosial positif dapat meningkatkan hormon kebahagiaan seperti dopamin, endorfin, oksitosin, dan serotonin yang berperan dalam meningkatkan suasana hati, mengurangi stres, serta menjaga kesehatan mental.
2. Perspektif Keharmonisan Rumah Tangga
Dalam kehidupan keluarga, sikap saling memahami dan memaafkan menjadi kunci terciptanya rumah tangga yang harmonis, langgeng, dan bahagia.
3. Perspektif Kepemimpinan
Pemimpin yang mampu memahami, memaafkan, dan merangkul akan lebih dicintai anggotanya. Sikap tidak mudah tersinggung, tidak emosional, serta terbuka menjadi kunci keberhasilan dalam membawa organisasi menuju kemajuan.

Kegiatan Halal Bihalal PCM Widodaren ini menjadi momentum penting untuk mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat komitmen dalam membangun amal usaha Muhammadiyah di bidang kesehatan.
Semangat gotong royong, keikhlasan, dan kebersamaan yang ditunjukkan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkemajuan bagi masyarakat.





0 Tanggapan
Empty Comments