Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo sukses menggelar kegiatan Halalbihalal Idulfitri 1447 Hijriah yang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan.
Agenda ini berlangsung di Auditorium KH Ahmad Dahlan Gedung Kuliah Bersama (GKB) lantai 5, Sidoarjo pada Minggu (05/04/2026).
Lebih lanjut, Halalbihalal ini menghadirkan tokoh nasional, Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2005–2015, Prof Dr H Muhammad Sirajuddin Syamsuddin PhD alias Din Syamsuddin.
Ribuan jamaah dari unsur Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Kabupaten Sidoarjo, organisasi otonom (Ortom), hingga simpatisan memadati ruangan berkapasitas sekitar 1.500 orang tersebut.
Kehadiran peserta bahkan meluber, menandakan antusiasme tinggi terhadap momentum silaturahmi Syawal ini.
Turut hadir jajaran pimpinan Muhammadiyah Jawa Timur, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim, Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jatim, PDM dan PDA Sidoarjo, PCM/PCA, serta unsur Ortom dari berbagai tingkatan.
Ketua PDM Sidoarjo, Prof Dr Ahmad Zo’ul Milal MPd, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat Idulfitri kepada seluruh hadirin.
“Taqabbalallahu minna wa minkum, minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin” ujarnya mengawali sambutan.
Ia juga mengapresiasi kerja keras panitia, dukungan Ortom Sidoarjo, serta kontribusi berbagai pihak, baik dari Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) maupun individu, yang telah menyukseskan acara tersebut.
Seruan Meminta dan Memberi Maaf
Dalam tausiyah pengantarnya, Prof. Zul Milal menegaskan pentingnya tidak hanya memberi maaf, tetapi juga meminta maaf. Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW tentang kewajiban menyelesaikan urusan dengan sesama manusia sebelum datangnya hari pembalasan.
“Barang siapa memiliki kesalahan kepada saudaranya, hendaklah segera meminta kehalalan hari ini juga. Karena di akhirat nanti tidak ada lagi dirham dan dinar yang bisa menebusnya” tuturnya.
Menurutnya, semangat halalbihalal harus melahirkan kebersihan hati, menghilangkan prasangka buruk, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah.
Ia juga mengingatkan jamaah untuk menjauhi perilaku negatif sebagaimana pesan dalam Al-Qur’an, seperti prasangka buruk, mencari-cari kesalahan, dan membicarakan keburukan orang lain.
“Kita bangun kebersamaan yang solid. Tidak perlu saling menyalahkan. Yang utama adalah keikhlasan dalam pengabdian kepada Muhammadiyah dan umat” tegas guru besar Fakultas Bahasa UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut.
Peran Strategis PDM Sidoarjo
Dalam kesempatan itu, Prof. Zul Milal juga menyinggung pentingnya sinergi antara Muhammadiyah dan berbagai elemen, termasuk pemerintah daerah, dalam mendorong kemajuan umat.
Ia menekankan bahwa kekuatan Muhammadiyah di Sidoarjo terletak pada soliditas kader dan kolaborasi lintas sektor.“Dengan kebersamaan, kita bisa menghadirkan kemajuan bagi umat, khususnya warga Muhammadiyah dan Aisyiyah” ujarnya.
Di samping itu, acara ini juga terhadiri unsur pemerintah daerah. Di antaranya perwakilan Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo, yang menunjukkan hubungan harmonis antara Muhammadiyah dan pemerintah.
Momentum Menguatkan Ukhuwah
Kehadiran Pak Din, sapaan akrab Din Syamsuddin dalam kegiatan ini menjadi magnet tersendiri. Sosok yang dikenal sebagai intelektual Muslim dan tokoh persatuan umat itu diharapkan memberikan penguatan nilai-nilai kebangsaan dan keislaman dalam momentum Syawal.
Halalbihalal ini tidak sekadar seremoni, tetapi menjadi ruang refleksi spiritual sekaligus penguatan komitmen dakwah Muhammadiyah di Sidoarjo.
Di akhir sambutannya, Prof Zul Milal mewakili PDM Sidoarjo menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh hadirin.
“Kami atas nama Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sidoarjo memohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga mulai hari ini hati kita bersih, tanpa ganjalan, dan siap melanjutkan pengabdian” pungkasnya.
Momentum Syawal ini pun harapannya menjadi titik awal mempererat persaudaraan, memperkuat organisasi, serta meningkatkan kontribusi nyata Muhammadiyah bagi umat dan bangsa.





0 Tanggapan
Empty Comments