Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo sukses menggelar kegiatan Halalbihalal 1 Syawal 1447 H/2026 yang berlangsung khidmat di Auditorium K.H. Ahmad Dahlan, lantai 5 Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Ahad (05/04/2026).
Mengusung tema “Solid dalam Kebersamaan, Kuat dalam Pengabdian”, kegiatan ini menghadirkan tokoh nasional Din Syamsuddin sebagai narasumber utama.
Dalam paparannya, Din Syamsuddin menekankan pentingnya menjaga nilai tasamuh (toleransi) di tengah perbedaan pandangan di masyarakat. Ia juga mengajak seluruh elemen untuk memperkuat persatuan umat serta peran Muhammadiyah dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Dalam sesi wawancara, tiga Wakil Ketua PDM Sidoarjo menyampaikan pandangan mereka terkait makna strategis kegiatan tersebut.
Pertama, H. Imam Mahfudzi, S.Ag., M.Fil menyebut Halal Bihalal membawa tiga pesan penting.
Untuk internal Muhammadiyah, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi yang lebih produktif sehingga memberi dampak luas bagi masyarakat.
Sementara bagi masyarakat umum, Halal Bihalal menjadi wujud nyata nilai toleransi dalam Islam, terutama dalam menyikapi perbedaan, termasuk dinamika penetapan 1 Syawal 1447 H.
Dalam konteks global, PDM Sidoarjo juga menyuarakan harapan akan terciptanya perdamaian dunia di tengah ketidakpastian geopolitik serta menolak segala bentuk penindasan dan ketidakadilan.
Kedua, Arif Hidayat menegaskan bahwa Halal Bihalal menjadi momentum strategis untuk mempererat ukhuwah sekaligus meneguhkan komitmen pengabdian bagi Persyarikatan dan umat.
Ia juga menyampaikan bahwa kehadiran Din Syamsuddin menjadi daya tarik tersendiri sehingga peserta mengikuti kegiatan hingga akhir.
“Kehadiran Prof. Din menjadi magnet tersendiri, sehingga banyak hadirin tetap mengikuti acara sampai selesai,” ujarnya.
Ketiga, Misbah, S.Ag., M.Pd menekankan pentingnya silaturahmi dan sikap saling memaafkan sebagai fondasi dalam memperkuat hubungan antar sesama, khususnya di lingkungan Muhammadiyah.
Ia mengingatkan bahwa keharmonisan yang terbangun pasca Halal Bihalal harus berdampak nyata pada peningkatan kualitas kerja dan sinergi organisasi.
“Halal Bihalal tidak boleh hanya menjadi seremonial, tetapi harus menjadi titik awal memperkuat kerja sama dan memberi inspirasi bagi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Ridwan Manan, S.Pd., M.Pd selaku PCM Buduran yang turut hadir, berharap suasana kekeluargaan yang terbangun dapat terus dijaga antara pimpinan dan warga Muhammadiyah Sidoarjo.
Ia menilai, keharmonisan tersebut menjadi kunci dalam mewujudkan Muhammadiyah yang berkemajuan.
Melalui kegiatan ini, PDM Sidoarjo berharap semangat kebersamaan dan pengabdian yang digaungkan tidak berhenti pada acara seremonial, tetapi terus diwujudkan dalam aksi nyata di tengah masyarakat.





0 Tanggapan
Empty Comments