Suasana hangat penuh kebersamaan terasa di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Gedung Kuliah Bersama (GKB) Lantai 5 Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Ahad (5/4/2026). Momentum Halalbihalal Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo bukan sekadar ajang silaturahim, tetapi juga menjadi ruang penguatan sinergi antara Muhammadiyah dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.
Mewakili Bupati Sidoarjo, Sekretaris Daerah (Sekda) Dr Feni Apridawati SKM MKes menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi Muhammadiyah dalam pembangunan daerah. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Muhammadiyah telah lama menjadi mitra strategis pemerintah, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dakwah, dan pemberdayaan sosial.
“Kami sangat merasakan peran Muhammadiyah dalam pembangunan Kabupaten Sidoarjo. Tidak hanya untuk warganya, tetapi untuk seluruh masyarakat,” ujarnya.
Umsida dan Makna Kampus Berdampak
Dalam kesempatan itu, Feni—yang dikenal dengan gaya kepemimpinan “sat set”—menyoroti peran Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) sebagai kampus yang benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Ia mengungkapkan, di tengah kondisi berkurangnya dana transfer pusat ke daerah hingga sekitar Rp646 miliar, Pemkab Sidoarjo harus mencari berbagai solusi kolaboratif. Salah satunya menggandeng perguruan tinggi.
Menariknya, saat diajukan kerja sama untuk melakukan audit konstruksi terhadap sekitar 192 pondok pesantren di Sidoarjo yang belum pernah diaudit, Umsida menjadi salah satu dari sedikit kampus yang langsung merespons tanpa syarat.
“Tanpa banyak kata, Pak Rektor langsung mengatakan ‘saya siap’. Ini luar biasa. Bahkan dilakukan dalam bentuk pengabdian masyarakat tanpa biaya,” ungkapnya, disambut tepuk tangan hadirin.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi bukti bahwa konsep “kampus berdampak” bukan sekadar slogan. Umsida dinilai mampu menghadirkan pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan berijazah, tetapi juga memberi solusi nyata bagi persoalan masyarakat.
“Negara ini butuh kampus yang mencetak manusia berdampak, bukan sekadar pencari kerja. Umsida sudah membuktikan itu,” tegasnya.
Kehadiran Tokoh Nasional dan Spirit Persatuan
Acara ini juga semakin bermakna dengan kehadiran tokoh nasional, Prof Dr KH Din Syamsuddin, yang diharapkan memberikan siraman rohani sekaligus memperkuat nilai persatuan.
Feni mengaku merasakan getaran kuat saat suasana kebersamaan terbangun, terlebih ketika Mars Muhammadiyah dilantunkan bersama.
“Sidoarjo saat ini sangat membutuhkan kekompakan dan persatuan. Momentum seperti ini menjadi sangat penting,” katanya.
Ia pun berharap ceramah yang disampaikan mampu memperkuat soliditas masyarakat Sidoarjo dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.
Pesan Bupati.: Mohon Maaf dan Komitmen Membangun
Dalam sambutannya, Feni juga menyampaikan salam dari Bupati Sidoarjo H Subandi SH MKn dan Wakil Bupati Hj Mimik Idayana yang berhalangan hadir karena tugas luar kota.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk terus berupaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat Sidoarjo.
Momentum Silaturahim, Energi Kebangkitan
Mengawali sambutan dengan pantun sederhana namun penuh makna, Feni mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum Idul Fitri sebagai titik awal memperkuat persatuan.
Kesedati mancing ikan patin,
Dimasak gulai rasanya jempol.
Mohon maaf lahir batin,
Kita mulai lagi dari nol.
Menurutnya, halalbihalal bukan sekadar tradisi, melainkan ruang strategis untuk mempererat ukhuwah dan menguatkan kolaborasi.
“Jangan lagi mencari perbedaan, tetapi mari bersatu membangun Sidoarjo dan Indonesia,” pesannya.
Peneguhan Tema: Solid dalam Kebersamaan
Sejalan dengan tema kegiatan, “Solid dalam Kebersamaan, Kuat dalam Pengabdian”, Feni menegaskan bahwa kebersamaan adalah kunci utama menghadapi tantangan zaman.
“Kebersamaan adalah kekuatan. Dengan soliditas, kita mampu menjawab berbagai persoalan,” ujarnya.
Ia pun menutup sambutannya dengan pantun yang mengundang senyum hadirin.
Jalan-jalan beli Sidowayah,
Yang jual namanya Takjo.
Terima kasih Muhammadiyah,
Terus kompak membangun Sidoarjo.
Kehadiran Muhammadiyah di Sidoarjo kembali menunjukkan perannya sebagai gerakan dakwah yang tidak hanya berbicara nilai, tetapi juga menghadirkan solusi konkret. Sinergi dengan pemerintah menjadi kunci penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berkemajuan.
Halalbihalal ini bukan sekadar seremoni, melainkan peneguhan komitmen bersama : bahwa kolaborasi, keikhlasan, dan pengabdian adalah fondasi utama membangun Sidoarjo yang lebih baik. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments