Takmir Masjid Al-Falah Jalen, Genteng, Banyuwangi, telah melakukan berbagai persiapan menyambut Ramadan 1447 H. Pada pelaksanaan shalat Tarawih perdana, Selasa (17/2/2026), jumlah jamaah membludak hingga memenuhi area parkir masjid.
Masjid yang menjadi Pusat Dakwah Muhammadiyah (Pusdamu) Pimpinan Ranting Muhammadiyah Jalen itu mengalami lonjakan jamaah yang signifikan. Halaman parkir seluas kurang lebih 30 x 20 meter dipenuhi kendaraan roda dua, sementara sebagian kendaraan roda empat terpaksa parkir di tepi jalan raya depan masjid.
Pola Tarawih dan Kultum Perdana
Pada malam pertama tersebut, shalat Isya dan Tarawih diimami sesepuh sekaligus penasihat PRM Jalen, H. Shohib Hashiqiqi, S.H. Sebelum pelaksanaan Tarawih, ia menjelaskan tata cara shalat yang akan dilaksanakan.
“Tarawih diawali dengan shalat ringan dua rakaat, yaitu shalat iftitah. Setelah itu dilanjutkan empat rakaat satu salam, empat rakaat satu salam, dan ditutup witir tiga rakaat satu salam,” jelasnya di hadapan jamaah.
Sebagaimana tradisi Muhammadiyah, di sela-sela Tarawih dan Witir diisi dengan kuliah tujuh menit (kultum). Kultum disampaikan secara bergiliran oleh berbagai kalangan, mulai generasi senior hingga generasi muda, sepanjang bulan Ramadan.
Pada malam pertama, kultum disampaikan Ketua Takmir Masjid Al-Falah Jalen, H. Nawachid, M.Pd. Ia mengawali dengan membacakan maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentang penetapan awal puasa, Idulfitri, dan Iduladha.
“Kita memulai puasa Ramadan besok pagi. Perbedaan dengan saudara-saudara kita tidak perlu menjadi penghalang dalam beribadah,” ujarnya.
Ramadan sebagai GPS Menuju Takwa
Dalam tausiyahnya, Nawachid mengibaratkan Ramadan sebagai GPS (Global Positioning System), yakni penunjuk arah bagi setiap hamba menuju derajat takwa kepada Allah SWT. Ia mengutip makna akhir ayat perintah puasa dalam Al-Qur’an, la’allakum tattaqun, sebagai tujuan utama ibadah Ramadan.
“Ramadan adalah penunjuk arah agar kita sampai pada posisi takwa,” tegasnya.
Menutup kultum, ia mengingatkan petugas parkir yang telah dijadwalkan untuk tetap waspada menjaga keamanan kendaraan jamaah. Menurutnya, pengamanan tidak cukup hanya mengandalkan CCTV, terlebih dengan jumlah jamaah yang diperkirakan terus meningkat hingga akhir Ramadan.
“Dengan membludaknya jamaah, mari kita fasilitasi ketenangan dan kekhusyukan dalam berjamaah,” pungkasnya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments