Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Hangat dan Penuh Apresiasi, KKN Sigap Wakaf UM Surabaya di Dapur Rakyat Resmi Ditutup

Iklan Landscape Smamda
Hangat dan Penuh Apresiasi, KKN Sigap Wakaf UM Surabaya di Dapur Rakyat Resmi Ditutup
Foto bersama setelah penutupan KKN Kelompok 28 SIGAP WAKAF (Faiz Maharani /PWMU.CO)
pwmu.co -

Setelah lebih dari satu bulan melaksanakan kegiatan pengabdian di tengah masyarakat, Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 28 Sigap Wakaf Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) resmi ditutup melalui sebuah acara yang hangat dan penuh kekeluargaan di Dapur Rakyat, Palang, Tuban.

Acara ini turut dihadiri oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tuban, perwakilan Majelis Wakaf, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Palang dan PCM Tuban, serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dari Kelompok 28 dan 29.

KKN Sigap Wakaf merupakan program pengabdian masyarakat yang berfokus pada penyelesaian persoalan tanah wakaf. Kelompok 28 ditempatkan di wilayah Palang, Tuban, dengan tugas utama melakukan pendataan, pemetaan, serta pendampingan administratif terhadap tanah-tanah wakaf yang ada.

Sejak awal penempatan, para mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pelaksana program, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat yang terlibat langsung dalam dinamika sosial. Melalui pendekatan partisipatif, mereka berhasil menjalin komunikasi yang baik dengan tokoh masyarakat, pengurus Muhammadiyah, hingga warga yang terkait dalam pengelolaan wakaf.

Kegiatan yang dilakukan meliputi verifikasi data kepemilikan, pengecekan dokumen legalitas, hingga pendampingan proses administrasi untuk memastikan tanah wakaf terkelola secara aman dan produktif.

Beberapa lokasi juga mendapatkan rekomendasi perbaikan tata kelola, baik dari sisi administrasi maupun pemanfaatan lahan, agar aset wakaf dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi umat.

Suasana Penutupan yang Hangat dan Penuh Apresiasi

Acara penutupan berlangsung sederhana namun khidmat. Dalam sambutannya, Ketua PDM Tuban, Masrukin, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh peserta KKN yang telah bekerja keras dan menunjukkan dedikasi selama berada di lapangan.

“Kami bangga dengan semangat dan kerja keras adik-adik mahasiswa. Kegiatan ini bukan hanya memberikan manfaat administratif, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga dan mengelola wakaf,” ujarnya.

Perwakilan Majelis Wakaf turut menambahkan bahwa kerja sama antara mahasiswa dan organisasi Muhammadiyah telah menghasilkan capaian nyata. Data yang terkumpul selama KKN dinilai menjadi aset penting bagi pengembangan program wakaf di masa mendatang.

Tak hanya itu, PCM Palang dan PCM Tuban juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa yang telah bersinergi dengan program-program cabang. Mereka berharap kerja sama ini tidak berhenti pada akhir KKN, tetapi dapat terus berlanjut dalam bentuk kolaborasi jangka panjang.

Acara penutupan ini turut dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan dari Kelompok 28 dan 29. Dalam kesempatan tersebut, DPL menyampaikan rasa bangga atas kinerja mahasiswa yang dinilai mampu memadukan kemampuan akademik dengan keterampilan sosial.

Sinergi antara Kelompok 28 dan 29 menjadi salah satu kekuatan besar dalam pelaksanaan program. Meski memiliki lokasi fokus yang berbeda, kedua kelompok tetap saling mendukung, berbagi informasi, dan membantu satu sama lain saat menghadapi kendala di lapangan.

Sinergi ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas kelompok mampu menghasilkan output yang lebih optimal.

Penutupan KKN Sigap Wakaf bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab baru bagi masyarakat dan pengurus Muhammadiyah setempat. Hasil pendataan serta rekomendasi yang diberikan mahasiswa akan menjadi pijakan penting bagi langkah-langkah strategis ke depan.

Seluruh pihak yang hadir sepakat bahwa keberlanjutan program merupakan kunci utama. Data dan dokumen yang telah diperbarui diharapkan dapat dijaga dengan baik, sementara pengelolaan wakaf dilakukan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kebermanfaatan bagi umat.

Mahasiswa yang terlibat dalam program ini juga memperoleh pengalaman berharga. Mereka tidak hanya mempelajari teknis pengelolaan wakaf, tetapi juga memahami dinamika sosial, manajemen waktu, serta keterampilan komunikasi efektif dengan berbagai lapisan masyarakat.

Acara penutupan diakhiri dengan doa bersama, dilanjutkan sesi ramah tamah. Suasana hangat terasa ketika para peserta KKN berbincang dengan tokoh masyarakat, pengurus PDM, dan anggota PCM. Momen ini menjadi ajang bertukar kesan dan pesan sekaligus mempererat tali silaturahmi yang telah terjalin selama masa pengabdian.

Meski masa tugas telah usai, jejak kontribusi mahasiswa akan tetap membekas di Palang. Program ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk terjun langsung ke lapangan, memberikan kontribusi nyata, dan memanfaatkan ilmu yang dimiliki demi kemaslahatan masyarakat.

Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian sosial, KKN Sigap Wakaf membuktikan bahwa mahasiswa mampu menjadi motor penggerak perubahan, khususnya dalam mengoptimalkan potensi wakaf untuk kesejahteraan umat. (*)

 

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu