
Sebuah catatan pelatihan oleh salah satu peserta, Ria Pusvita Sari MPd.
PWMU.CO – Sebagai salah satu peserta pelatihan “Happy Tanpa Bully” yang diikuti oleh 70 guru dan karyawan SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik, saya ingin membagikan catatan pengalaman yang sangat menyentuh.
Kegiatan yang digelar pada Senin malam (7/7/2025) ini mengusung sesi refleksi permintaan maaf menggunakan rumus SELAMAAT yang dipandu oleh narasumber dari Peace Generation, Kang Irfan Amalee dan Kang Irfan Nazhran.
Pelatihan ini tidak sekadar kegiatan formal, tetapi menjadi momen istimewa penuh makna. Melalui rumus SELAMAAT, kami belajar bagaimana membingkai permintaan maaf secara tulus dan bermakna.
Sesi refleksi yang dilakukan di malam hari, dengan suasana yang khidmat dan tenang, membawa suasana haru yang sulit dilukiskan dengan kata-kata.
Beberapa peserta bahkan menitikkan air mata karena tergerak oleh kesadaran dan ketulusan yang diwujudkan dalam permintaan maaf tersebut, termasuk saya.
Rumus SELAMAAT yang kami pelajari menjadi panduan penting dalam menyampaikan permintaan maaf secara efektif dan empatik.
Dengan mengingat setiap langkah dalam rumus tersebut, kami diajak untuk memahami nilai dari sebuah permintaan maaf yang menyentuh hati, terutama dalam konteks membangun lingkungan sekolah yang bebas dari bullying dan penuh kedamaian.
SEL berarti selalu berdoa dulu. Mengaku dan meminta maaf merupakan proses yang tak mudah. Karena itulah, kita perlu pertolongan Allah agar hati kita jadi kuat. Maka sebaiknya kita berdoa semoga Allah memberi keberanian kepada kita untuk meminta maaf.
A berarti akui kesalahan. Beranikan diri untuk mengakui kesalahan karena itu akan menjadi awal proses menyelesaikan masalah. Beritahukan dengan jelas kesalahanmu.
M berarti minta maaf. Buatkan pengakuan salahmu dengan permohonan maaf. Mengakui salah perlu keberanian. Permohonan maaf perlu kerendahan hati. Orang sombong akan sulit minta maaf.
A berarti akibatnya diterima. Setelah meminta maaf belum berarti masalah selesai. Kamu tetap harus mempertanggungjawabkan akibat perbuatanmu.
A berarti ampunan dimohonkan. Nah, setelah selesai dengan manusia, baru kamu meminta ampunan dari Allah. Allah tidak akan memberi ampunan jika urusan kita dengan manusia belum kita selesaikan.
T berarti tindakan diubah. Buktikan bahwa kamu harus serius meminta maaf bukan cuma di bibir, tapi dalam tindakan nyata. Perlihatkan kesungguhan dalam memperbaiki diri.
Kegiatan ini sangat membuka mata dan hati kami sebagai pendidik di lingkungan sekolah. Tidak hanya bertujuan untuk menciptakan suasana yang aman dan nyaman, pelatihan ini juga mengajarkan pentingnya introspeksi dan keberanian untuk mengakui kesalahan serta memperbaiki diri.
Saya percaya bahwa apa yang kami pelajari malam itu akan menjadi fondasi kuat untuk menerapkan budaya anti-bully di sekolah kami.
Terima kasih kepada Peace Generation, dan para narasumber yang telah membimbing kami dengan penuh inspirasi. Semoga semangat “Happy Tanpa Bully” ini terus menyebar dan menjadi kekuatan untuk menciptakan dunia pendidikan yang lebih baik dan penuh kasih sayang.(*)
Penulis Ria Pusvita Sari Editor Zahrah Khairani Karim





0 Tanggapan
Empty Comments