
PWMU.CO – MI Muhammadiyah (MIM) 14 Prestisius Ponorogo memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 dengan upacara khidmat dan sederhana, Jumat (2/5/2025).
Upacara digelar di halaman sekolah, dengan petugas dari mahasiswa PLP 2 Prodi PGMI Universitas Muhammadiyah Ponorogo yang sedang menjalani praktik mengajar.
Kepala MIM 14, Miftahul Rahman SPd, bertindak sebagai pembina upacara dan menyampaikan pesan mendalam tentang makna sejati pendidikan bagi masa depan bangsa.
“Hardiknas bukan ajang sensasi, tetapi momen refleksi akan peran pendidikan dalam membentuk karakter, kepemimpinan, dan tanggung jawab,” ungkap Rahman.
Ia mengajak seluruh pendidik meneladani semboyan Ki Hajar Dewantara: Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.
Menurutnya, semboyan tersebut mencerminkan tiga peran penting pendidik dalam membimbing siswa agar tumbuh menjadi pribadi unggul dan bertanggung jawab.
1. Ing Ngarsa Sung Tuladha
Sebagai pemimpin dan pendidik, kita harus mampu menjadi teladan yang baik bagi peserta didik. Menjadi teladan berarti tidak hanya memberi contoh, tetapi juga menjadi contoh yang bisa diikuti. Para guru diharapkan mampu menciptakan suasana pendidikan yang dapat mendorong siswa untuk berkembang secara positif dan menjadi pemimpin yang berintegritas.
2. Ing Madya Mangun Karsa
Seorang pendidik atau pemimpin harus mampu menjadi motivator dan inspirator bagi siswa-siswanya. Melalui bimbingan dan pengajaran yang penuh perhatian, guru dapat menciptakan suasana yang kondusif, yang dapat membangkitkan semangat dan gairah siswa untuk berprestasi, mengembangkan bakat dan minat, serta meraih kesuksesan dalam hidup.
3. Tut Wuri Handayani
Sebagai pendidik, kita juga harus mampu memberikan dukungan kepada siswa, bukan dengan cara memaksa atau mengontrol, tetapi dengan memberikan dorongan dari belakang.
Dukungan yang diberikan dengan penuh pengertian akan membantu siswa tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan berani berkreasi untuk mengembangkan potensi diri mereka secara maksimal.
Rahman juga menegaskan bahwa pendidikan dan kepemimpinan memiliki hubungan yang erat.
Salah satu tujuan pendidikan adalah mempersiapkan calon-calon pemimpin yang mampu memimpin dirinya sendiri dan bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. Sebagaimana yang diriwayatkan dalam hadis Bukhari dan Muslim: “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.”
Hal ini menunjukkan pentingnya pendidikan sebagai sarana untuk membentuk pemimpin-pemimpin masa depan yang berkarakter, bertanggung jawab, dan memiliki integritas.
Melalui peringatan Hardiknas ini, diharapkan seluruh elemen pendidikan dapat terus berkomitmen untuk menciptakan generasi yang cerdas, kreatif, dan siap menghadapi tantangan dunia.
Penulis Humas MIM 14 Prestisius Ponorogo Editor ‘Aalimah Qurrata A’yun


0 Tanggapan
Empty Comments