Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Harga Emas Melonjak di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Iklan Landscape Smamda
Harga Emas Melonjak di Tengah Ketegangan Timur Tengah
pwmu.co -
Gambar Ilustrasi Emas pada tahun 2025. (Istimewa/PWMU.CO)

PWMU.CO – Gejolak di Timur Tengah kembali mengguncang pasar global. Serangan udara Israel terhadap Iran pada Jumat (13/6/2025) tidak hanya menimbulkan kepanikan geopolitik, tetapi juga mendorong investor dunia berbondong-bondong mengamankan kekayaannya—ke dalam emas.

Harga emas pun melonjak tajam. Mengutip laporan CNBC, Sabtu (14/6/2025), harga emas di pasar spot naik 1,3 persen ke level USD 3.428,10 per ons. Hanya terpaut sedikit dari rekor tertinggi sepanjang masa USD 3.500,05 yang dicatatkan April lalu. Sepanjang minggu ini saja, harga logam mulia itu melonjak sekitar 4 persen.

Sementara itu, harga emas berjangka di Amerika Serikat tercatat naik lebih tinggi lagi, yakni 1,5 persen ke level USD 3.452,80 per ons.

“Serangan Israel terhadap Iran memicu ketakutan geopolitik di pasar. Selama ancaman pembalasan masih menggantung, harga emas kemungkinan akan tetap tinggi,” ungkap Daniel Pavilonis, analis senior RJO Futures.

Serangan militer yang diluncurkan Israel dikabarkan menargetkan fasilitas nuklir dan pabrik rudal di Iran, serta menewaskan sejumlah petinggi militer Teheran. Operasi ini disebut sebagai langkah pencegahan agar Iran tidak membangun senjata nuklir.

Menanggapi situasi ini, Presiden AS Donald Trump menyatakan Iran telah “menyerang dirinya sendiri” karena menolak ultimatum dalam negosiasi pembatasan program nuklir.

Tak hanya konflik, faktor ekonomi turut mendorong kilau emas. Data inflasi AS yang melandai awal pekan ini memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed, yang menjadikan emas sebagai pilihan investasi yang semakin menggiurkan.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Emas batangan memang dikenal sebagai safe haven—aset perlindungan nilai—yang dicari banyak orang saat dunia dilanda krisis. Dalam kondisi suku bunga rendah dan ketidakpastian tinggi, emas seringkali justru bersinar lebih terang.

Lembaga keuangan besar pun optimistis terhadap tren ini. Goldman Sachs memproyeksikan harga emas bisa menyentuh USD 3.700 per ons pada akhir 2025, bahkan USD 4.000 pada pertengahan 2026. Bank of America pun meramalkan harga serupa dalam 12 bulan ke depan.

Namun di sisi lain, lonjakan harga ini membuat emas makin tak terjangkau di beberapa negara Asia. Di India misalnya, harga emas telah menembus batas psikologis 100.000 rupee, menekan permintaan fisik di pasar tradisional. (*)

Penulis Alfain Jalaluddin Ramadlan Editor Azrohal Hasan

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu