
Fokus Strategi PWA Jatim: Pendataan, Penataan, dan Pendanaan
Dalam sambutannya, Ketua PWA Jawa Timur, Dra Rukmini MAP, menjelaskan strategi organisasi dalam mewujudkan Aisyiyah sebagai gerakan yang berkemajuan. Strategi ini dirumuskan dalam tiga prioritas utama, yaitu Pendataan, Penataan, dan Pendanaan (3P).
Pertama, Pendataan:
- Melakukan pendataan ulang persebaran anggota dan amal usaha Aisyiyah di seluruh wilayah Jawa Timur.
- Data ini akan menjadi profil riil Aisyiyah Jawa Timur yang dapat dimanfaatkan untuk dokumentasi, arsip, serta dasar dalam pengambilan keputusan organisasi.
Kedua, Penataan:
- Membenahi mekanisme kerja dan alur organisasi, termasuk menghindari rangkap jabatan.
- Mengembangkan Cabang dan Ranting melalui pembinaan Wilker.
- Melakukan monitoring dan evaluasi organisasi secara berkala.
- Membangun sinergi program dengan layanan terpadu seperti BIKKSA, POSBAKUM, dan BAKESOS.
- Mendirikan Tarbiyatul Mar’ah Aisyiyah (TMA) sebagai sekolah perempuan, yang bertujuan memberikan pemahaman bagi perempuan mengenai peran mereka sebagai putri, istri, ibu, dan anggota masyarakat.
Ketiga, Pendanaan:
- Mengoptimalkan sumber pendanaan internal, termasuk dari amal usaha Aisyiyah.
- Menjalin kemitraan strategis dengan pemerintah, sektor swasta, dan berbagai lembaga untuk mendukung keberlanjutan program.
Tantangan Organisasi dan Upaya Adaptasi
Sekretaris PWA Jatim, Dr Nur Mukarromah, SKM MKes, dalam Laporan Program Kerja menyampaikan lima tantangan utama yang dihadapi selama dua tahun kepemimpinan periode 2022-2027:
Pertama, Perubahan regulasi pemerintah yang sangat cepat, berdampak pada amal usaha Aisyiyah di bidang pendidikan, kesehatan, dan lainnya.
“Kedua, ketidakterpahaman regulasi terkait Badan Hukum Aisyiyah, yang masih dianggap sebagai bagian dari Badan Hukum Muhammadiyah oleh pemerintah pusat maupun daerah.”
“Ketiga, kurangnya sinergi di beberapa wilayah, terutama dalam pengelolaan amal usaha, yang berisiko menyebabkan kepemilikan berpindah tangan,” jelasnya.
Lebih lanjut, keempat, Kesenjangan kompetensi digital di antara pimpinan organisasi, sementara perkembangan dunia digital semakin pesat.
“Kelima, munculnya paham keagamaan konservatif dan liberal yang tidak sejalan dengan Islam Wasathiyah Berkemajuan,” ujar Nur Mukarromah, SKM MKes saat Laporan Program Kerja.
Kejutan dari Menko Pangan RI
Sebagai penutup acara, peserta mendapat kejutan dengan kehadiran **Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia, Dr (HC) H Zulkifli Hasan SE MM.
Dalam kunjungannya, ia memberikan dukungan dana sebesar Rp 50.000.000,-sebagai bentuk apresiasi terhadap suksesnya Musypimwil I Aisyiyah Jawa Timur.
Tak hanya itu, ia juga memborong dagangan bazar UMKM binaan ISWARA (Ikatan Saudagar dan Wirausaha Aisyiyah Jatim) dan Lembaga Pengembangan UMKM PWM Jatim.
Dengan jumlah peserta mencapai 526 orang, Musypimwil I Aisyiyah Jawa Timur ini berhasil menjadi momentum penting bagi organisasi dalam merumuskan langkah strategis untuk masa depan yang lebih berkemajuan. (*)
Penulis Dwi Purwati/Eko Erina Desilawaty Co Editor Halim Editor Alfain Jalaluddin Ramadlan





0 Tanggapan
Empty Comments