Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Hari Kesehatan Mental Sedunia Lebih Dari Sekedar Tanggal di Kalender

Iklan Landscape Smamda
Hari Kesehatan Mental Sedunia Lebih Dari Sekedar Tanggal di Kalender
Gambar Ilustrasi Mental Health. (Istimewa/PWMU.CO)
Oleh : Fadhilatur Rosyidah (Mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Gresik)
pwmu.co -

Pernahkah kamu berpikir mengapa ketika tubuh sakit, kita langsung pergi ke dokter, tetapi saat pikiran merasa stres atau sedih, kita seringkali membiarkannya?

Padahal, kesehatan mental memiliki tingkat kepentingan yang setara dengan kesehatan fisik, bahkan bisa jadi prioritas utama untuk menjalani hidup bahagia dan lebih produktif.

Sebenarnya, kesehatan mental itu mirip dengan sinyal Wifi. Ketika sinyal kuat, segala sesuatu berjalan lancar, tetapi jika sinyal lemah, semuanya menjadi terganggu dan hidup terasa sulit!

Sayangnya, banyak dari kita yang belum menyadari bahwa menjaga kesehatan mental itu sama pentingnya dengan memeriksa sinyal internet setiap hari.

Hari kesehatan mental sedunia hadir sebagai pengingat bahwa pikiran dan perasaan kita juga memerlukan perhatian khusus agar tidak “lemot” dan tidak mengacaukan segalanya.

Hari Kesehatan Mental Sedunia seringkali hanya menjadi tanggal di kalender yang dilewati tanpa banyak memahami maknanya.

Padahal, ini merupakan waktu penting bagi kita semua untuk mengingat bahwa kesehatan mental memiliki kedudukan yang sama pentingnya dengan kesehatan fisik.

Bahkan, tidak kalah penting! Sayangnya, di masyarakat kita, pembicaraan tentang kesehatan mental masih dianggap tabu atau sebagai topik “berat” dan sering disalahpahami hanya sebatas stres atau depresi.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Oleh karena itu, sangat penting untuk mulai belajar mengenali tanda-tandanya dan berani mencari bantuan ketika diperlukan. Karena menjaga diri adalah hal yang wajar, dan itu justru menunjukkan kebijaksanaan kita dalam mencintai hidup.

Padahal, kesehatan mental itu sangat luas. Ini mencakup cara kita mengelola emosi, menjalani hari-hari dengan pikiran yang sehat, dan mampu bangkit dari tekanan kehidupan tanpa merasa sendirian.

Di zaman yang serba cepat seperti sekarang, tekanan hidup semakin meningkat. Media sosial dipenuhi dengan standar kesempurnaan yang membuat banyak orang merasa tidak cukup atau bahkan merasa gagal.

Hal ini menjadikan masalah kesehatan mental semakin nyata dan memerlukan perhatian segera.

Momen ini menjadi panggilan bagi kita untuk menciptakan ruang yang aman untuk berbagi cerita dan perasaan. Terkadang, hanya dengan didengarkan tanpa penilaian, seseorang dapat merasa jauh lebih baik.

Ingat, pikiran yang sehat adalah landasan kehidupan yang kokoh. Jika kita bisa mulai sendiri tetapi juga mempertimbangkan bebas orang lain. Jadi, mari kita rayakan Hari Kesehatan Mental Sedunia dengan tindakan nyata: lebih peduli, lebih terbuka, dan lebih mendukung. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu