
Siswa SD Muhammadiyah 1 Wringinanonim (SD Muwri) saat menjalani hari ketiga MPLS bersama Komunitas Family Satwa Sidoarjo (FSS), Rabu (16/07/2025). (Rahmat Syayid Syuhur/PWMU.CO).
PWMU.CO – Suasana halaman SD Muhammadiyah 1 Wringinanom (SD Muwri) tampak berbeda pada hari ketiga Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Pasalnya, sekolah tersebut mendatangkan tim dari komunitas Family Satwa Sidoarjo (FSS) yang membawa berbagai jenis hewan eksotis dan edukatif.
Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian MPLS yang paling dinanti-nantikan oleh siswa baru maupun siswa kelas atas, Rabu (16/07/2025).
Kenalkan Satwa pada Siswa Kelas 2
Ketua MPLS Indarti SPd, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu agenda kegiatan MPLS bagi kelas 1. Sekaligus, untuk mengenalkan satwa bagi siswa kelas 2 sampai kelas 6 dengan memiliki tujuan edukatif yang penting bagi peserta didik.
“Sebenarnya kita berencana mendatangkan team Pemadam Kebakaran (Damkar). Namun karena terkendala teknis akhirnya kami sepakat mendatangkan Family Satwa Sidoarjo (FSS) yang sudah beberapa tahun ini kita datangkan” ujar Indarti.
“Kegiatan ini bertujuan, pertama untuk menyemarakkan kegiatan MPLS dengan cara meningkatkan kepedulian dan rasa cinta terhadap satwa di kalangan lapisan masyarakat. Termasuk keluarga besar SD Muwri” terangnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga sebagai sarana edukasi lingkungan. “Kedua adalah meningkatkan perlindungan serta pelestarian ekosistem, habitat, dan populasi satwa yang ada di alam sekitar kita” imbuhnya.
Menurut Indarti dalam menyemarakkan kegiatan ini pihak sekolah tidak bekerja sendiri. SD Muwri bersinergi erat dengan Ikatan Wali Murid (Ikwam) dalam menyiapkan seluruh kebutuhan acara. Terutama terkait logistik dan konsumsi.
Sebab pada hari tersebut ada dua acara, pertama eksplorasi satwa bagi siswa dan rapat Sosialisasi Program Kegiatan Sekolah bagi wali murid kelas 1.
“Kami menjalin komunikasi secara intens, baik secara langsung maupun melalui WhatsApp Group dengan para ibu-ibu Ikwam. Alhamdulillah, mereka dengan totalitas menyiapkan berbagai kebutuhan. Mulai dari konsumsi hingga teknis pelaksanaan, sehingga kegiatan berjalan dengan lancar dan menyenangkan” ujarnya.
Tepat pukul 07.30 WIB, tim Family Satwa Sidoarjo tiba di halaman sekolah dengan membawa berbagai jenis satwa yang langsung menarik perhatian para siswa.
Hewan-hewan tersebut antara lain iguana, musang pandan, musang bali, kelinci, landak jawa, geko (sejenis tokek), burung hantu, burung bayowel, tiko alba (burung dares), tupai, ular welang, ular sanca, dan ular pyton.
Ular Piton Jadi Ikon Kegiatan
Yang paling menyita perhatian seluruh peserta adalah ular piton yang menjadi ikon kegiatan. Ular ini berhasil memukau seluruh guru, karyawan, siswa, hingga para wali murid yang turut hadir.
Tidak sedikit siswa dan guru yang antusias mencoba menyentuh dengan perasaan geli dan selanjutnya berfoto dengan hewan tersebut.
Dalam sesi edukasi satwa, Ketua FSS Thohir memberikan pemahaman kepada siswa bahwa satwa liar pada dasarnya tidak berbahaya jika tidak diganggu.
“Pada dasarnya hewan yang ada di sekitar kita akan takut kepada manusia. Mereka akan bereaksi jika merasa terancam. Maka dari itu, kalian jangan takut jika melihat ular atau hewan liar lainnya. Apalagi sampai membunuhnya. Biarkan mereka hidup di alamnya” jelas Thohir.
Kegiatan edukasi ini berlangsung interaktif. Siswa diberi kesempatan untuk mengenal lebih dekat jenis-jenis satwa yang mungkin belum pernah mereka lihat secara langsung. Para pendamping dari FSS dengan sabar menjelaskan habitat, pola makan, hingga karakteristik hewan-hewan tersebut.
Tak sedikit siswa yang dengan berani memegang atau berinteraksi langsung dengan satwa, terutama ular sanca dan iguana. Wajah-wajah penuh semangat dan tawa riang menghiasi kegiatan yang berlangsung hingga menjelang siang hari tersebut.
MPLS hari ketiga ini tidak hanya memberi pengalaman yang menyenangkan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan dan makhluk hidup.
Harapannya, sinergi antara sekolah, Ikwam, dan komunitas pecinta satwa seperti FSS terus berlanjut di masa mendatang demi membentuk generasi yang peduli, berani, dan bertanggung jawab terhadap ekosistem di sekitarnya.
Penulis Rahmat Syayid Syuhur, Editor Danar Trivasya Fikri





0 Tanggapan
Empty Comments