Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Hari Peduli Sampah Nasional 2026, Ranting Muhammadiyah Didorong Jadi Pelopor Dakwah Lingkungan

Iklan Landscape Smamda
Hari Peduli Sampah Nasional 2026, Ranting Muhammadiyah Didorong Jadi Pelopor Dakwah Lingkungan
Andi Hariyadi, Ketua Majelis Pustaka Informatika dan Digitalisasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya /PWMU.CO
Oleh : Andi Hariyadi Ketua Majelis Pustaka Informatika dan Digitalisasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya
pwmu.co -

Momentum Hari Peduli Sampah Nasional 21 Februari 2026 menjadi penguat komitmen dakwah lingkungan Muhammadiyah dari tingkat Cabang dan Ranting.

Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCR PM) menegaskan semangat “Cabang Berkembang dan Ranting itu Penting” sebagai komitmen nyata agar gerakan dakwah Muhammadiyah benar-benar membumi di akar rumput.

Cabang dan Ranting bukan sekadar struktur organisasi, tetapi ujung tombak gerakan yang mengimplementasikan kebijakan Persyarikatan secara lebih konkret dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Ranting sebagai Ujung Tombak Dakwah Muhammadiyah

Keberadaan Cabang dan Ranting memiliki peran strategis dalam menjalankan dakwah yang menggembirakan dan berkemajuan. Implementasi kebijakan Persyarikatan di tingkat akar rumput memungkinkan pembinaan dilakukan lebih intensif serta responsif terhadap persoalan sosial yang berkembang.

Dalam konteks peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati setiap 21 Februari, tahun 2026 mengangkat tema “Kolaborasi Untuk Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah)”.

Momentum ini bertepatan dengan bulan Ramadan, sehingga menjadi ruang penguatan iman sekaligus penyempurnaan ibadah puasa melalui aksi nyata peduli lingkungan.

Puasa dan Spirit Berlomba dalam Kebaikan

Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Puasa menjadi sarana membangun ketakwaan serta komitmen berlomba dalam kebaikan, termasuk dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 133-134 yang artinya, “Dan berlombalah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan. Dan bertaqwalah kepada Allah, supaya kamu mendapat rahmat, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.”

Ayat tersebut menjadi penguat agar umat Islam istiqamah melakukan kebaikan, termasuk dalam upaya memberikan solusi terhadap persoalan sampah yang kian kompleks.

Sampah Bukan Sekadar Masalah Estetika

Selama ini, sampah kerap dipersepsikan sebagai sisa yang tidak berguna dan akhirnya dibuang begitu saja tanpa memikirkan dampaknya. Padahal, pengelolaan sampah yang buruk dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, bencana, bahkan menimbulkan korban jiwa dan kerugian materi.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Melalui dakwah yang relevan dengan perkembangan zaman, Muhammadiyah di tingkat Ranting dapat menggerakkan kesadaran kolektif bahwa sampah bisa diolah menjadi berkah, bukan sumber bencana.

Gerakan 3R sebagai Implementasi Dakwah Lingkungan

Ranting Muhammadiyah bersama Amal Usaha Muhammadiyah, Aisyiyah, dan Angkatan Muda Muhammadiyah diharapkan mampu menggerakkan kolaborasi nyata dalam pengelolaan sampah.

Salah satu langkah konkret adalah mengedukasi masyarakat tentang gerakan 3R, yakni Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), dan Recycle (mendaur ulang). Upaya ini bertujuan mengurangi volume sampah harian sekaligus memanfaatkan sumber daya alam secara lebih ramah lingkungan.

Kader Muhammadiyah di tingkat Ranting dapat berperan sebagai kader lingkungan yang memberikan teladan dan edukasi kepada masyarakat sekitar.

Inisiasi Bank Sampah dan Kolaborasi Berkelanjutan

Pimpinan Ranting diharapkan mampu memanajemen persoalan sampah di lingkungannya melalui koordinasi dengan kelurahan, RW, dan RT. Salah satu bentuk implementasi konkret adalah menginisiasi pembentukan bank sampah di lingkungan masjid, sekolah, maupun tingkat RT.

Optimalisasi kader dengan kompetensi pengelolaan sampah menjadi kebutuhan mendesak agar dakwah Muhammadiyah benar-benar memberi manfaat luas bagi peradaban.

Dengan demikian, peringatan Hari Peduli Sampah Nasional tidak berhenti pada seremonial, melainkan menjadi titik awal penguatan gerakan lingkungan dari tingkat Ranting. Kolaborasi untuk Indonesia ASRI dimulai dari langkah kecil yang konsisten dan berkelanjutan.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu