
PWMU.CO – Lima jenjang di SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik, Jawa Timur yang tergabung dalam International Class Program (ICP) melaksanakan kegiatan International Progression Test (IPT) dan Centre Progression Test (CPT) pada hari pertama dengan mata pelajaran Bahasa Inggris Cambridge, Senin (26/5/2025).
Kelima jenjang, mulai dari kelas I hingga V, bersiap mengikuti ujian tahunan dengan perangkat masing-masing. Soal untuk kelas I dan II disusun oleh Center ID 110 dari Universitas Negeri Malang, sementara soal untuk kelas III, IV, dan V berasal dari Cambridge, Inggris.
Materi pertama, yakni Bahasa Inggris, menjadi tantangan tersendiri mengingat pentingnya mata pelajaran ini. Seluruh siswa mengikuti ujian dengan saksama. Mereka memasang telinga dan menyimak setiap percakapan dalam Bahasa Inggris dengan penuh konsentrasi.
“Salah satu materi penting dalam pelajaran Bahasa Inggris adalah listening, di mana siswa diminta mendengarkan apa yang disuarakan melalui audio. Oleh karena itu, perangkat audio harus dalam kondisi optimal,” ujar Ketua pelaksana sekaligus penanggung jawab Kelas ICP di SDMM, Pradita Eka Putri SPd
Puput, sapaan akrabnya, juga menyebut bahwa tantangan lainnya adalah siswa kelas I dan II tidak dibekali penghapus saat menulis jawaban, sementara siswa kelas III hingga V diharuskan menggunakan pena untuk menjawab soal.
“Ketika salah maka siswa hanya diperkenankan untuk mencoret dua garis atas kalimat atau kata yang salah, selain juga harus menulis nama dengan Pena tidak dengan Pensil khusus kelas I dan II, lain halnya dengan kelas III-V yang mengharuskan pena dalam menjawab seluruh soal termasuk dalam penulisan nama lengkap,” ungkapnya.
Puput menyebutkan bahwa alasan tidak diperbolehkannya penggunaan penghapus dan korektor pena adalah agar siswa lebih yakin dengan jawabannya, berhati-hati saat menjawab, dan sebisa mungkin menghindari kesalahan.
“Selain itu, pihak Cambridge juga menghargai setiap proses yang dilalui siswa dalam menjawab, bahkan kesalahan pun tetap mereka apresiasi,” imbuhnya.
Sebagai Asisten Penanggung Jawab Laboratorium Komputer, Nur Wahyu Mahdian SKom menjelaskan bahwa ia bersama tim IT melakukan berbagai persiapan sebelum ujian dilaksanakan.
“Kami memastikan kamera webcam terpasang di setiap kelas dengan posisi menghadap ke siswa untuk memantau kondisi ruang ujian. Tripod harus dipasang dengan kokoh, dan sistem suara yang terhubung ke laptop juga harus dalam kondisi baik,” jelasnya.

Sejak hari Sabtu (24/5/2025) tim IT telah bekerja secara totalitas dan melengkapi setiap kelas dengan perangkat pendukung seperti CPT serta IPT, mulai dari Laptop, Tripod, Speaker, Camera Webcam dan kabel internet untuk kelancaran jaringan Internet.
“Jaringan internet disediakan dengan kecepatan 50 Mbps menggunakan fasilitas dedicated, yang berarti kecepatan tersebut diharapkan tetap stabil dan tidak menurun agar tidak mengganggu kelancaran ujian,” terang Wahyu, sapaan akrab guru komputer tersebut.
Dari pihak Centre ID 110 UM, pengawas ujian adalah Agung Yulianto dari tim monitoring Cambridge International Centre ID 110. Saat kamera pengawas mulai aktif, Agung Yulianto menyapa para guru pengawas serta siswa-siswi peserta ujian.
“Perkenalkan, saya Agung Yulianto dari tim monitoring Cambridge International. Saya bertugas untuk memantau pelaksanaan ujian CPT dan IPT May Series 2025 secara daring melalui Google Meet ini. Kami dari centre akan memastikan ujian berjalan tertib, lancar, dan sesuai prosedur yang sudah disosialisasikan,” ucapnya. (*)
Penulis Zaki Abdul Wahid Editor Ni’matul Faizah





0 Tanggapan
Empty Comments