SMP Muhammadiyah 1 Blitar, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, kembali menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) setelah libur awal Ramadan. Seluruh siswa dijadwalkan masuk sekolah pada Senin, (23/2/2026, dan diwajibkan mengikuti pembelajaran seperti biasa meski tengah menjalankan ibadah puasa.
Dengan dimulainya kembali aktivitas sekolah, SMP Muhammadiyah 1 Blitar optimistis para siswa dapat menjalani bulan Ramadan dengan semangat, tetap menjaga prestasi, serta menunjukkan dedikasi tinggi dalam menuntut ilmu.
Kepala SMP Muhammadiyah 1 Blitar Siti Muhibbah S. Ag menegaskan, bahwa momen Ramadan bukan menjadi alasan untuk menurunkan semangat belajar. Justru sebaliknya, bulan suci ini harus dijadikan sebagai ajang untuk meningkatkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta prestasi akademik maupun nonakademik.
“Walaupun anak-anak sedang berpuasa, kami meminta mereka tetap fokus dalam belajar dan terus meraih prestasi. Ramadan adalah bulan penuh berkah, sehingga semangat belajar juga harus semakin meningkat,” ujar Siti Muhibbah S. Ag
Pola Pembelajaran
Menurutnya, pihak sekolah telah menyesuaikan pola pembelajaran agar tetap kondusif dan tidak memberatkan siswa. Jam belajar akan diatur sedemikian rupa sehingga siswa tetap bisa mengikuti pelajaran dengan baik tanpa mengganggu kekhusyukan menjalankan ibadah puasa.
“Untuk jam belajar telah kami sesuaikan, sehingga siswa tetap fokus belajar dalam kondisi berpuasa. Sehingga, tidak ada alesan bagi siswa untuk tidak fokus dalam belajar,” paparnya.
Ia juga menekankan, pentingnya menjaga sikap dan perilaku selama Ramadan, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Siswa diharapkan mampu menunjukkan karakter positif, seperti disiplin, saling menghormati, serta menjaga ketertiban selama kegiatan belajar berlangsung.
“Kami ingin anak-anak tetap produktif. Puasa bukan halangan untuk berprestasi. Justru di sinilah tantangannya, bagaimana mereka bisa mengatur waktu, menjaga kesehatan, dan tetap konsisten belajar,” tambahnya.
Siti Muhibbah S. Ag juga mengingatkan bahwa kehadiran siswa pada hari pertama masuk kembali, Senin 23 Februari 2026, bersifat wajib. Pihak sekolah akan melakukan pengecekan kehadiran untuk memastikan seluruh siswa kembali aktif mengikuti pembelajaran.
“Harapan kami, setelah Ramadan usai nanti, anak-anak tidak hanya meningkat secara akademik, tetapi juga secara akhlak dan kedisiplinan. Kami ingin Ramadan menjadi momentum pembentukan karakter yang lebih baik bagi seluruh siswa,” tutupnya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments