Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

‎Harmoni Keberagaman Nusantara Menggema di Pagelaran Seni Budaya PGSD UMLA

Iklan Landscape Smamda
‎Harmoni Keberagaman Nusantara Menggema di Pagelaran Seni Budaya PGSD UMLA
Lantunan angklung yang dimainkan bersama oleh Rektor UMLA, Dekan FSTP, Kaprodi PGSD, serta para dosen PGSD. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Pagelaran Seni Budaya PGSD Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) 2026 berlangsung meriah dan penuh makna, diawali dengan lantunan angklung yang dimainkan bersama oleh Rektor UMLA, Dekan FSTP, Kaprodi PGSD, serta para dosen PGSD.

Bunyi angklung yang mengalun serempak menjadi simbol kebersamaan sekaligus penanda bahwa rangkaian kegiatan resmi dimulai, menghadirkan suasana hangat yang segera menyatukan seluruh hadirin dalam semangat perayaan budaya.

Kegiatan yang mengusung tema “Kreativitas Seni Berkarya Budaya dalam Harmoni Keberagaman Nusantara” ini diselenggarakan pada Rabu, (7/1/2026) bertempat di Lantai 10 Convention Hall KH. Hisjam, dan terbuka untuk umum.

‎Sejak pagi, lokasi acara dipadati penonton dari berbagai latar belakang, mulai mahasiswa, sivitas akademika UMLA, hingga masyarakat umum. Sekitar 400 orang hadir dan memenuhi ruang pertunjukan, menciptakan atmosfer yang hidup, tertib, serta sarat antusiasme terhadap seni dan budaya Nusantara.

Seluruh rangkaian acara disiapkan dengan cermat oleh panitia, sehingga alur pertunjukan dapat diikuti dengan nyaman oleh penonton dari beragam usia dan latar pendidikan. Antusiasme yang terlihat tidak hanya tampak dari tepuk tangan yang mengiringi setiap penampilan, tetapi juga dari interaksi hangat antara penampil dan audiens yang terjalin secara alami sepanjang acara.

‎Ragam pertunjukan yang ditampilkan mencerminkan kekayaan ekspresi mahasiswa PGSD UMLA, mulai dari seni tari tradisional dan kreasi hingga seni drama fabel yang mengandung pesan edukatif.

Setiap segmen dirancang untuk menghadirkan pengalaman estetis sekaligus pembelajaran kontekstual, karena nilai-nilai budaya tidak hanya ditampilkan, melainkan juga dimaknai melalui narasi, gerak, musik, dan dialog yang relevan dengan dunia pendidikan dasar.

Beberapa penampilan dipersembahkan sebagai bentuk apresiasi terhadap tradisi daerah, sehingga keberagaman Nusantara dapat dirayakan dalam satu panggung yang sama, tanpa menghilangkan ciri khas masing-masing budaya.

Ruang Aktualisasi Mahasiswa

‎Dalam sambutannya, Rektor Universitas Muhammadiyah Lamongan, Prof. Dr. Abdul Aziz Alimul Hidayat, S.Kep.Ns., M.Kes., menegaskan bahwa mahasiswa tidak boleh hanya memiliki satu kemampuan, melainkan perlu mengembangkan berbagai potensi agar siap menghadapi dinamika dunia profesional yang terus berubah.

Ia menekankan bahwa kegiatan seperti pagelaran seni budaya harus terus diadakan karena menjadi ruang aktualisasi yang efektif untuk melatih soft skill, mulai dari komunikasi, kepemimpinan, kerja tim, hingga kreativitas, yang akan sangat dibutuhkan sebagai bekal setelah lulus.

Pesan tersebut disambut antusias oleh hadirin, karena sejalan dengan upaya kampus dalam membentuk lulusan yang unggul secara akademik sekaligus adaptif, berkarakter, dan peka terhadap lingkungan sosial-budaya.

‎Lebih dari sekadar pertunjukan, kegiatan ini menjadi praktik pembelajaran berbasis budaya yang nyata, di mana mahasiswa belajar mengelola acara, mengkurasi konten, serta menampilkan karya secara profesional di hadapan publik.

Kolaborasi

Nilai kolaborasi tampak kuat, karena keterlibatan pimpinan universitas, dosen, dan mahasiswa menunjukkan bahwa ruang akademik dapat bersinergi dengan ruang ekspresi budaya. Dengan keterbukaan acara untuk umum, jangkauan dampak pun meluas, sebab masyarakat dapat menikmati pertunjukan sekaligus mengenal lebih dekat atmosfer UMLA yang inklusif dan berorientasi pada penguatan karakter.

‎Pagelaran Seni Budaya PGSD UMLA 2026 membuktikan bahwa kreativitas mahasiswa mampu menyatukan perbedaan dalam harmoni yang indah, sekaligus mempertegas peran perguruan tinggi sebagai penggerak pelestarian budaya di tengah tantangan zaman.

Dengan dukungan penuh sivitas akademika dan respons positif dari masyarakat, kegiatan ini layak menjadi agenda rutin yang terus dikembangkan agar nilai-nilai kebinekaan, profesionalisme, dan kecintaan terhadap budaya Nusantara tetap tumbuh dan mengakar di lingkungan pendidikan. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu