Suasana halaman Masjid Attaqwa di Perumahan Pondok Permata Suci (PPS) Suci, Manyar, Gresik, Ahad (8/2/2026), dipenuhi rasa haru dan bangga.
Sebanyak 173 santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Attaqwa Aisyiyah PPS Suci Manyar mengikuti prosesi wisuda setelah menuntaskan tahap awal pembelajaran membaca Al-Qur’an. Kegiatan ini sekaligus dirangkaikan dengan peringatan milad lembaga.
Sejak pagi, para wali santri, ustaz, dan ustazah memadati halaman hingga bagian dalam masjid. Prosesi berlangsung khidmat dalam suasana hangat dan penuh kebahagiaan. Wisuda menjadi penanda keberhasilan santri yang telah melalui proses pembelajaran, mulai dari merangkai huruf hijaiyah hingga mampu membaca Al-Qur’an dengan lancar.
Ketua Majelis PAUD Dasmen PRA Suci Gresik, Dr. Anis Shofatun, S.Si., M.Pd., hadir memberikan sambutan dan motivasi kepada para wisudawan dan wali santri. Ia menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar agenda seremonial tahunan.
Menurutnya, momen tersebut merupakan hasil dari kesabaran, ketekunan, serta doa orang tua dan para ustaz serta ustazah TPA. Ia mengingatkan bahwa anak-anak yang sebelumnya belum mengenal huruf hijaiyah kini telah mampu membaca Al-Qur’an dengan baik. Capaian itu, lanjutnya, merupakan buah kolaborasi antara lembaga, pendidik, dan keluarga.
Dalam sambutannya, Dr. Anis menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah pedoman hidup yang menuntun manusia ke jalan yang lurus sebagaimana termaktub dalam Surah Al-Isra ayat 9. Ia menyampaikan bahwa wisuda seharusnya menjadi awal perjalanan yang lebih mendalam bersama Al-Qur’an, bukan akhir dari proses belajar.
Ia juga menyoroti tantangan generasi anak di era digital. Gawai, media sosial, dan berbagai tontonan tanpa batas menjadi realitas yang tidak dapat dihindari. Menurutnya, kedekatan dengan Al-Qur’an sejak dini akan membekali anak-anak agar lebih kuat dalam pergaulan dan bijak dalam memanfaatkan teknologi.
Peran Orang Tua sebagai Madrasah Pertama
Wakil Kepala Kurikulum SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik tersebut turut menyampaikan pesan kepada para wali santri. Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak berhenti di TPA, melainkan harus berlanjut di rumah sebagai madrasah pertama dan utama bagi anak.
Keteladanan orang tua, menurutnya, menjadi kunci agar nilai-nilai Al-Qur’an benar-benar hidup dalam keseharian. Ia juga mengingatkan hadis Rasulullah SAW bahwa setiap orang adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.
Menutup sambutannya, Dr. Anis mendoakan para santri agar tumbuh menjadi generasi saleh dan salehah yang mampu meraih cita-cita tanpa melepaskan Al-Qur’an dari kehidupannya. Ia menyemangati anak-anak untuk terus bermimpi besar dan tetap menjadikan Al-Qur’an sebagai pegangan hidup.
Saat ini, TPA Attaqwa Aisyiyah PPS Suci Manyar memiliki 173 santri yang didampingi 14 ustaz dan ustazah pengajar. Peringatan milad dan wisuda tahun ini menjadi penegasan komitmen lembaga dalam melahirkan generasi Qurani yang membawa kebaikan bagi keluarga, masyarakat, dan umat.






0 Tanggapan
Empty Comments