
PWMU.CO – MTs Muhammadiyah 1 Kota Malang (Matsamutu) melaksanakan Tasyakuran Pelepasan Generasi El-Fath 25 di Gedung Aula PDM Kota Malang, Sabtu (24/5/2025). Sebanyak 72 siswa-siswi kelas IX bersama wali murid mengikuti kegiatan dengan tertib dan haru.
Tasyakuran ini juga dihadiri oleh perwakilan Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Malang, Budiono, dan Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kota Malang, yang turut memberikan sambutan dalam rangkaian kegiatan Tasyakuran Pelepasan.
Kepala Matsamutu, Truli Maulida, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para lulusan yang telah berjuang, berproses, berkomitmen, dan beribadah menuntut ilmu bersama di Matsamutu tercinta.
“Kegiatan hari ini adalah tasyakuran pelepasan siswa-siswi kelas IX, dan mengantarkan mereka menuju jenjang pembelajaran berikutnya. Kegiatan sederhana yang penuh keakraban antara orang tua dan guru untuk penguatan kepercayaan diri siswa-siswi dalam menyiapkan dan meraih masa depan,” tutunya.
“Harapannya, ilmu yang telah didapat selama belajar di Matsamutu, mampu menjadi bekal para siswa-siswi dalam menjalani kehidupan selanjutnya, tetap menerapkan syariat agama, serta menjaga diri dimana pun nanti berada, dalam segala kondisi,” lanjut Truli.

Persembahan lagu berujudul “Takkan Berpaling Darimu” oleh Band Matsamutu turut menambah haru, tatkala Ibu Kepala Sekolah ikut bernyanyi bersama di atas panggung. Hal Ini cukup mengagetkan karena sebelumnya tidak diketahui para tamu undangan bahkan di kalangan guru itu sendiri.
“Saya cukup kaget, tiba-tiba Ibu Truli ikut naik, dan bernyanyi bersama. Rasanya tersentuh ketika melihat murid bernyanyi bersama Ibu Kepala Sekolah, ditambah lagi lagunya melow, jadi makin terasa kedekatan emosinya,” ucap salah satu tamu undangan.
Namun suasana haru tidak berhenti disitu, di tengah-tengah persembahan spesial oleh siswa-siswi kelas IX, bapak ibu guru dipersilahkan maju ke depan panggung.
Dengan berjalan rapi, para siswa-siswi mengahampiri para guru, memeluk, berjabat tangan, dan memberikan setangkai bunga merah yang telah di bawa masing-masing.
Tangis haru pecah, diiringi pembacaan puisi perpisahan dan ucapakan terima kasih kepada pada guru yang telah bersabar, penuh cinta, selama mendidik dan membentuk karakter siswa-siswi Matsamutu.(*)
Penulis Yuviana Rohmawati Editor Zahrah Khairani Karim






0 Tanggapan
Empty Comments