Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Hexagon Hack: Cara Cerdas Belajar Geometri dengan Logika Komputasi

Iklan Landscape Smamda
Hexagon Hack: Cara Cerdas Belajar Geometri dengan Logika Komputasi
Suasana pembelajaran matematika geometri di Tsukuba University Elementary School, Tokyo Campus, Japan. Foto: Ria Pusvita Sari/PWMU.CO
Oleh : Ria Pusvita Sari, M.Pd Guru SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik
pwmu.co -

Di tengah suhu dingin awal Februari, atmosfer hangat justru terasa di dalam ruang kelas University of Tsukuba, Tokyo Campus. Di sana, saya melakukan observasi mendalam yang mengubah perspektif saya tentang cara mengajarkan matematika. Berikut catatan perjalanan belajar saya di Tsukuba University Elementary School, Tokyo Campus, Jepang.

Rabu (4/2/2026), sebuah papan tulis menjadi saksi bisu metode pembelajaran yang revolusioner namun sederhana.

Dengan tulisan tegas, sang guru Jepang melontarkan pertanyaan pemantik, “Bisakah kita menggambar segi enam beraturan dengan mudah?”

Seni Membedah Bangun Datar

Pelajaran bertajuk Hexagon Hack ini bukan sekadar kelas menggambar geometri biasa. Guru di Jepang menggunakan pendekatan logika komputasi untuk membuktikan bahwa presisi tidak selalu membutuhkan alat yang rumit.

Kunci utamanya terletak pada pemahaman bahwa segi enam beraturan adalah sebuah struktur yang dibangun dari unit-unit terkecil yang harmonis. Para siswa diajak menemukan sendiri bahwa:

  • Satu segi enam setara dengan enam segitiga sama sisi.
  • Satu segi enam dapat dibagi menjadi tiga belah ketupat.
  • Satu belah ketupat terbentuk dari dua segitiga sama sisi.
  • Kekuatan Jangka dan Logika Komputasi dalam Matematika

Alih-alih menggunakan busur derajat yang sering kali meleset, siswa diajarkan menggunakan jangka untuk memindahkan panjang jari-jari ke sekeliling lingkaran.

Prinsip matematika yang digunakan sangat fundamental: karena satu lingkaran penuh adalah 360 derajat, maka jika dibagi enam akan menghasilkan sudut pusat 60 derajat.

Hal ini menciptakan hubungan unik, yaitu panjang sisi segi enam tepat sama dengan panjang jari-jari lingkaran yang melingkupinya.

Terdapat empat lesson learned yang saya bawa pulang ke Tanah Air:

Pertama, matematika adalah pola, bukan hafalan. Memahami sifat dasar suatu bentuk jauh lebih penting daripada menghafal rumus.

Kedua, prinsip “sederhana tapi presisi”. Solusi paling elegan dalam problem solving adalah solusi yang paling sederhana namun akurat.

Ketiga, dekomposisi (memecah kerumitan). Siswa belajar melihat unit terkecil. Jika unit terkecil (segitiga) berhasil dibuat dengan benar, maka struktur besar (segi enam) akan sempurna dengan sendirinya.

Keempat, koneksi antarkonsep. Menggabungkan pemahaman tentang lingkaran, sudut, dan berbagai bangun datar dalam satu tarikan garis jangka.

Kunjungan ini membuktikan bahwa pendidikan di Jepang sangat menekankan pada “rahasia” di balik sebuah bentuk.

Dengan mengetahui rahasia tersebut, siswa didorong untuk berpikir kreatif meski dengan alat yang terbatas.

Pelajaran ini mengajarkan kita untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang lebih cerdas, bukan lebih keras. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu