Balai Desa Karangsono, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, menjadi ruang refleksi dan edukasi bagi para remaja, Jumat (23/1/2026). Kegiatan yang memadukan cek kesehatan gratis dan penyuluhan kesehatan mental ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Desa Karangsono, Puskesmas Dander, dan mahasiswa KKN STIKES Muhammadiyah Bojonegoro.
Kegiatan diawali sambutan Kepala Desa Karangsono, Sutrisno, yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia menegaskan bahwa remaja merupakan kelompok strategis yang perlu dibekali kesehatan fisik, ketahanan mental, serta karakter sosial yang kuat.
Dalam sambutannya, Sutrisno juga menyoroti pentingnya sikap bijak dalam bermedia sosial di tengah kondisi sosial yang semakin sensitif.
“Anak-anak muda sekarang hidup di era media sosial. Apa yang ditulis dan dibagikan bisa berdampak luas, bahkan berisiko hukum. Kuncinya adalah bersikap santun dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan kesehatan mental yang disampaikan Adella, tenaga kesehatan Puskesmas Dander. Materi berfokus pada pengenalan kesehatan mental remaja, pengelolaan emosi, tekanan sosial, serta pentingnya menerima diri sebagai bagian dari proses pendewasaan.
“Remaja sering menghadapi tekanan yang tidak terlihat. Melalui Posyandu Remaja, kami ingin menciptakan ruang aman agar mereka berani bicara dan peduli terhadap kesehatan mental sejak dini,” jelasnya.
Suasana penyuluhan berlangsung khidmat dan penuh refleksi. Sejumlah peserta tampak tersentuh saat sesi refleksi diri, bahkan beberapa menitikkan air mata. Salah satu peserta, Jihan Chika Wulandari, mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang bermakna.
“Saya jadi lebih berani jujur ke diri sendiri. Banyak hal yang selama ini dipendam. Kegiatan ini menyadarkan saya bahwa kesehatan mental itu penting,” ungkapnya.
Selain penyuluhan, kegiatan ini juga dilengkapi cek kesehatan gratis bagi remaja sebagai langkah awal pemantauan kondisi fisik. Tim Puskesmas Dander menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak usia remaja sebagai investasi jangka panjang.
“Remaja perlu dibiasakan melakukan cek kesehatan secara rutin agar masalah kesehatan dapat terdeteksi lebih dini,” terang Adella.
Mahasiswa KKN STIKES Muhammadiyah Bojonegoro berperan aktif dalam pendampingan peserta, pengaturan alur kegiatan, hingga membantu proses pemeriksaan kesehatan. Shagita Dwi, penanggung jawab kegiatan dari mahasiswa KKN, menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan remaja secara menyeluruh.
“Kami ingin remaja Karangsono memiliki ruang aman untuk belajar, bercerita, dan memahami diri sendiri. Harapannya, kegiatan ini memberi dampak jangka panjang bagi kesiapan mereka di masa depan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Desa Karangsono berharap perhatian terhadap kesehatan remaja, baik fisik maupun mental, semakin menguat. Sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan mahasiswa menjadi langkah konkret dalam menyiapkan generasi muda yang sehat, sadar diri, dan bertanggung jawab secara sosial.





0 Tanggapan
Empty Comments